Dengan situasi perekonomian dunia sampai saat ini, maka RAPBN 2010/11 sebesar Rp 1.202 triliyun ini nampaknya cukup realistis. Demikian pula dengan pergeseran prioritas pada pos-pos pengeluaran menunjukkan adanya perhatian yang semakin menyeluruh terhadap pemerataan hasil pembangunan. Namun demikian harus disadari bahwa APBN hanyalah satu sisi pengeluaran dari pelaku ekonomi, dengan demikian besar kecilnya dana APBN janganlah dipandang sebagai salah satu sumber utama pembangunan. Komitmen dan keikutsertaan pelaku ekonomi secara murni dan konsekuen merupakan modal dasar untuk melestarikan hasil pembangunan. Kata Kunci : APBN dan RAPBN
Copyrights © 2010