“Inovasi Desain Batik Industri Kreatif Upaya Peningkatan Kinerja BagiPengrajin Handycaff Bambu di Desa Sumber Kecamatan Trucuk KabupatenKlaten.Permasalahan yang kemudian dihadapi adalah bagaimana Inovasi Desainbatik handycraff bambu dapat meningkatkan kinerja pengrajin di desa sumberkecamatan trucuk kabupaten klaten?Hasil studi analisis Inovasi desain batik dengan menggunakan konsepenterprizing menghasilkan temuan sebagai berikut : 1) Ada kebutuhan pengrajinhandycraff bambu untuk mendapatkan pelatihan tentang kewirausahaan denganpotensi kebutuhan yang disebabkan belum tercapainya standar enterprising yaiturata-rata sebesar 68, 68 % yang berarti 69 % pelaku usaha kecil belum memilikijiwa wirausaha dan belum menerapkan prinsip pengelolaan usaha dengan baikdan benar. 2) Spesifikasi kebutuhan dilihat dari masing-masing aspek dan urutanpermaslahan adalah : a) 80 % usaha kecil membutuhkan pelatihan untukmengembangkan sikap dan kepribadian wirausaha antara lain kemampuan untukmemimpin, memotivasi diri untuk menjadi manusia pembelajar dan orientasipada pencapaian prestasi. b) 83 % usaha kecil kebutuhan pelatihan dibidangmanajemen organisasi terutama adalaha kebutuhan dalam pemahaman tentangperijinan usaha, bagaimana mengorganisasi kegiatan (diskripsi tugas danpengarahan) serta penyusunnan rencana usaha. c) 83 % usaha kecil membutuhkanpelatihan manajemen Pemasaram serta memberikan pengetahuan untukmenyusun rencana pemasaran serta ketrampilan dalam menjual. d) 87 %Potensi kebutuhan pelatihan dibidang produksi terutama terfokus pada yangmeliputi antara lain: pengembangan desain batik/ desain produk, administrasiproduk, pengendalian kualitas produksi dan pengetahuan tentang keselamatandan kesehatan kerja. e) 83 % usaha kecil kebutuhan usaha kecil mengenaipelatihan pengelolaan keuangan usaha adalah dibidang perencanaan danpengendalian keuntungan serta ketrampilan bagaimana melakukan pemisahanantara kekayaan pribadi dan usaha.Kata Kunci : Inovasi Desain Batik, Industri Kreatif/ Konsep Enterprizingdan Kinerja.
Copyrights © 2010