ABSTRACT Application of essential minerals can be effect the increased of metabolic systems and that will be increased the productivity of rabbits. The research was conducted at livestock farmers group Rehna Latersia, in the sub-district Berastagi during June to September 2012. The rabbits used in this research are 36 rabbits (27 doe and 9 bucks) with randomized block design with three block based on rabbit body weight. The three treatments are T0 (control, natural conditions), T1 (acid feed, contains of essential minerals P 0.5% and Cl 0.5% on feed) and T2 (base fee, contains of essential minerals Na 0.5% and Ca 0.75% on feed). The three parameters are long gestation, mortality during weaning and weight gain post weaning. The results showed not significant different all of parameters ie: long gestation, mortality during weaning and weight gain post weaning. The average length of pregnancy was highest in treatment acid feed about 31.55 days. The average of the highest mortality in treatment base feed about 21,03%. The highest average post weaning in treatment base feed about 550.68 g / head. The conclusion showed that supplementation of essential minerals (Na 0.5%), Ca (0.75%), P (0.5%) and Cl (0.5%) have not been able to accelerate time of partus, reducing mortality and increased weight during lactation weaning in rabbits. Keywords : Rabbit, an essential mineral, long gestation, mortality, weaning weight ABSTRAK Aplikasi mineral esensial berpengaruh terhadap peningkatan sistem metabolisme tubuh kelinci dan akan meningkatkan produktivitasnya. Tujuan penelitian untuk menguji pengaruh suplementasi mineral Na, Ca, P dan Cl terhadap kinerja reproduksi kelinci (Oryctolagus cuniculus). Penelitian telah dilakukan di Kelompok Tani Ternak Rehna Latersia, Berastagi selama bulan Juni -September 2012. Penelitian ini menggunakan 36 ekor kelinci (27 ekor betina dan 9 ekor jantan) dengan rancangan acak kelompok, terdiri atas tiga kelompok yang dibedakan berdasarkan bobot badan kelinci. Ada tiga perlakuan yaitu T0 sebagai pakan kontrol, T1 pakan bersifat asam (mengandung mineral P 0,5% dan Cl 0,5%) dan T2 pakan bersifat basa (mengandung mineral Na 0,5% dan Ca 0,75%). Parameter yang diamati adalah lama kebuntingan, mortalitas selama menyusui dan bobot sapih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi mineral pada ransum kelinci tidak berpengaruh terhadap semua parameter. Rataan lama kebuntingan tertinggi pada perlakuan asam sebesar 31,55 hari. Rataan mortalitas tertinggi pada perlakuan basa sebesar 21,03%. Rataan bobot sapih tertinggi yaitu 550,68 gr/ekor pada perlakuan basa. Kesimpulan menunjukkan bahwa suplementasi mineral esensial (Na 0,5%), Ca (0,75%), P (0,5%) dan Cl (0,5%) belum dapat mempercepat waktu kelahiran, mengurangi angka mortalitas selama menyusui dan meningkatkan bobot sapih pada kelinci. Kata kunci : Kelinci, mineral esensial, lama kebuntingan, mortalitas, bobot sapih
Copyrights © 2013