ABSTRAK This research was conductedat the Laboratory of Animal Biology of the Faculty of Agriculture, University of North Sumatra in Juneto August 2014. This study aims to determinethe economic value of the use of skin fermentation of coffee pulp MOL. This study used 20 male rabbits rex hybrid weaning with the average initial weight 913.05 g ± 60.49 g by using a Complete Random Planning (CRP) with 4 performances and 5 repetitions.The treatments used in this study is P0 (basal feed pellets with skin+coffee pulp without fermentation 30%), P1 (pellet with basal feed+leather coffee pulp without fermentation 20% coffee pulp and skin fermentation 10%), P2 (basal feed pellets with skin+coffee pulp without fermentation 10% coffee pulp and skin fermentation 20%), P3 (pellet with basal feed+skin fermented coffee pulp 30%). Parameters observed that total production cost, total production, analysis of profit/loss, Revenue/Costratio (R/C ratio) and Income Over Feed Cost (IOFC). The results showed that ineach treatment P0, P1, P2 and P3 give different resultson the average total cost of production search us : 70887.53; 70908.36; 73889.57 and 71798.07 respectivly. Mean total yield : 84507; 86043; 89219 and 94595 respectivly. Mean analysis of profit/loss: 13619.47; 15134.64; 15329.43 and 22796.93 respectivly. Mean IOFC :55636; 57703; 59898 and 64726. Mean R/C ratio: 1.19; 1.22; 1.23 and 1.32 respectivly. The conclusion of this study showed that administration of fermented coffee pulp skin MOL as a ration in pellet form to the male rex rabbit weaning until level 30% can increase the income of farmers and leather coffee pulp can be used as an alternative feed. Keywords: business analysis, leather meat fermented coffee berries, rabbit, rex male weaning. ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara pada bulan Juni 2014 – Agustus 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ekonomi dari pemanfaatan kulit daging buah kopi fermentasi MOL. Penelitian ini menggunakan 20 ekor kelinci peranakan rex jantan lepas sapih dengan rataan bobot awal 913,05 g ± 60,49 g dengan menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dengan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah P0 (pelet dengan pakan basal+kulit daging buah kopi tanpa fermentasi 30%), P1 (pelet dengan pakan basal+kulit daging buah kopi tanpa fermentasi 20% dan kulit daging buah kopi fermentasi 10%), P2 (pelet dengan pakan basal+kulit daging buah kopi tanpa fermentasi 10% dan kulit daging buah kopi fermentasi 20%), P3 (pelet dengan pakan basal+kulit daging buah kopi fermentasi 30%). Parameter yang diamati yaitu Total biaya produksi, Total hasil produksi, analisis laba/rugi, Revenue/Cost ratio (R/C ratio) dan Income Over Feed Cost (IOFC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada setiap perlakuan P0, P1, P2 dan P3 memberikan hasil yang berbeda terhadap rataan total biaya produksi (Rp) : 70.887,53; 70.908,36; 73.889,57 dan 71.798,07. Rataan total hasil produksi (Rp) : 84.507; 86.043; 89.219 dan 94.595. Rataan analisis laba/rugi (Rp) : 13.619,47; 15.134,64; 15.329,43 dan 22.796,93. Rataan IOFC (Rp) : 55.636; 57.703; 59.898 dan 64.726. Rataan R/C ratio : 1,19; 1,22; 1,23 dan 1,32. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian kulit daging buah kopi fermentasi MOL sebagai ransum dalam bentuk pelet terhadap kelinci peranakan rex jantan lepas sapih sampai level 30% dapat meningkatkan pendapatan peternak dan kulit daging buah kopi dapat dijadikan pakan alternatif. Kata kunci : Analisis usaha, Kulit daging buah kopi fermentasi, Kelinci rex jantan lepas sapih.
Copyrights © 2014