Perspektif Sosiologi
Vol 2, No 1 (2013)

HUBUNGAN PAWANG (PATRON) – ANAK (KLIEN) DALAM KESENIAN KUDA LUMPING DI DESA BATANG PANE III, KECAMATAN: PADANGBOLAK, KABUPATEN: PADANG LAWAS UTARA

Lilis Suryani (Universitas Sumatera Utara)



Article Info

Publish Date
04 Nov 2013

Abstract

Kesenian kuda lumping pada awalnya tumbuh dan berkembang di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Melalui proses transmigrasi yang dilakukan pada masa Pemerintahan Orde Baru, kesenian kuda lumping saat ini telah tumbuh dan berkembang di Desa Batang Pane III, Padang Bolak, Padang Lawas Utara. Banyak anak-anak yang menjadi anggota paguyuban kesenian kuda lumping meskipun tidak mendapat izin dari orang tuanya. Anak-anak cenderung mematuhi peraturan pawang dibandingkan peraturan yang ada di keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mengapa anak-anak lebih mematuhi peraturan pawang dibandingkan peraturan di keluarga, dan sejauh mana hubungan anak-anak dan pawang yang terjalin. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Temuan data  menunjukan bahwa hubungan yang terjalin antara pawang dan anak-anak yang menjadi anggota kuda lumping adalah hubungan yang bersifat patron-klien. Hubungan ini memiliki ketergantungan  dan saling menguntungkan antar kedua belah pihak.   Kata kunci: Hubungan patron-klien, kuda lumping

Copyrights © 2013