Kemajemukan masyarakat yang tinggal di suatu wilayah akan mengakibatkan terjadinya interaksi-interaksi sosial antar individu-individu dengan latar belakang yang berbeda. Sehingga memungkinkan terjadinya perubahan ataupun pergeseran pada identitas etnis individu baik dari segi adat istiadat, nilai sosial ataupun tindakan atau kebiasaan dari kampung halaman. Sehingga diperlukan sebuah wadah sebagai penguatan dan pelestarian identitas etnis, sebab keberadaan suatu masyarakat di suatu daerah diakui dan semakin dikenal karena adanya organisasi sosial masyarakat, terutama masyarakat perantau. HIKMA merupakan salah satu organisasi masyarakat yang berbasis etnis dan dijadikan sebagai wadah untuk mengekspresikan identitas Etnis Mandailing. Maka tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui ekspresi identitas etnis melalui asosiasi etnis dan strategi sosial budaya dan politik Masyarakat Mandailing dalam mempertahankan identitas etnis di Kelurahan Bandar Selamat Kecamatan Medan Tembung. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah Eksprei identitas etnis melalui asosiasi etnis dapat dilihat dari sosialisasi dan penggunaan Bahasa Mandailing baik di HIKMA ataupun di kelurahan tempat tinggal, penggunaan adat istiadat baik acara suka duka, suka cita dan juga kelahiran anak, serta penggunaan marga. Selain hal tersebut strategi sosial yaitu terdapat nilai-nilai sosial Masyarakat Mandailing yaitu poda na lima. Sedangkan strategi politik Etnis Mandailing yaitu ada 9 nilai utama yang menjadi pegangan dan sebagai pemberi arah orientasi pada kehidupan Masyarakat Mandailing yaitu Kekerabatan, Religi, Hagabeon (banyak keturunan), Hamajuon (kemajuan), Hasangapon (terpandang), Hamoraon (keteladanan perilaku, sopan santun), Uhum (hukum), Pengayoman (menghargai nilai-nilai kebenaran) dan kelola konflik (konflik sebagai aib). Kata Kunci: Identitas Etnis, Ekspresi, Asosiasi, HIKMA
Copyrights © 2016