Model pendidikan Barat yang diadopsi pemerintah menjadi pendidikan formal di Indonesia telah memberikan tantangan dan warna terhadap perkembangan pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pemberdayaan yang berbasis santri, faktor pendorong dan penghambatnya, serta bentuk program dan manfaatnya bagi kemandirian Pesantren Hidayatullah Medan dalam menghadapi tantangan yang ada. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pesantren mengembangkan beberapa metode pemberdayaan berdasarkan kreativitasnya yaitu: Dewan Santri, mewadahi potensi, pengabdian, kurikulum khas, dan kordinasi buttom up. Pemberdayaan dilakukan karena tuntutan pendidikan, ekonomi, dan dakwah. Program tersebut mengalami beberapa hambatan yaitu: SDM, sarana prasarana, dan dana. Namun juga sudah dirasakan manfaatnya untuk kemandirian pesantren, santri, dan masyarakat. Pernah menjuarai ketahanan pangan pesantren tahun 2009, kini mengalami penurunan karena pergeseran prioritas program lebih fokus untuk memanfaatkan dana pemerintah. Kata Kunci: Pondok Pesantren, Pemberdayaan, Pendidikan
Copyrights © 2016