Pengembangan bawang merah di tanah pasir kuarsa pedalaman di luar musim atau musim hujan merupakan hal baru. Tujuan penelitian ini mendapatkan varietas bawang merah yang adaptif ditinjau dari parameter pertumbuhan, produksi, dan kualitas. Rancangan percobaan menggunakan RAK4x3 (Rancangan Acak Kelompok) dengan 4 perlakuan varietas (Maja Cipanas, Tajuk, Bauji dan Bima Brebes), setiap perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot isi tanah meningkat dengan makin dalamnya tanah, namun kadar air tanah sebaliknya makin menurun. Pada parameter pertumbuhan nampaknya Tajuk terbaik dan berbeda nyata dibandingkan Bima Brebes. Pada parameter produksi ternyata Maja Cipanas, Bauji dan Bima Brebes memiliki berat 10 g lebih, sedangkan Tajuk hanya 6,79 g. Produksi varietas Bauji adalah terbaik dengan produksi kering sebesar 22,4 t/ha meskipun tidak berbeda nyata dengan Maja Cipanas 18,49 t/ha. Pada parameter kualitas maka Bima Brebes cukup baik ditinjau dari parameter kekerasan umbi dan Total Padatan Terlarut (TPT) berturut-turut 4,9 kg/cm2 dan 16,42 %.
Copyrights © 2018