ABSTRAK Untuk mengetahui usahatani kopi Arabika yang memberikan pendapatan yang lebih tinggi maka dilakukan analisis pendapatan pada usahatani kopi Arabika yang ditanam secara monokultur dan tumpangsari kemudian dikomparasikan dengan menggunakan uji beda rata–rata. Hasil penelitian menunjukkan produktivitas rata–rata budidaya kopi Arabika yang ditanami secara monokultur yaitu 79,6 % dari produktivitas rata–rata budidaya kopi Arabika yang ditanami secara tumpangsari. Pendapatan rata–rata per Ha budidaya kopi Arabika secara monokultur yaitu 67,49% dari pendapatan budidaya kopi Arabika secara tumpangsari. Hasil untuk setiap komparasi antara produktivitas dan tingkat pendapatan antara usahatani kopi Arabika secara monokultur dan tumpangsari yaitu terima H1, artinya terdapat perbedaan yang nyata untuk masing–masing komparasi antara produktivitas dan tingkat pendapatan usahatani Kopi Arabika yang dilakukan secara monokultur dan tumpangsari. Permasalahan yang dihadapi petani dalam budidaya kopi Arabika yaitu pengaruh iklim dan lingkungan, skala usaha, informasi harga, rendahnya pengetahuan tentang budidaya tumpangsari, perawatan yang intensif, dan tenaga kerja. Kata kunci: Kopi Arabika, Analisis Komparasi, Pendapatan
Copyrights © 2013