ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan elastisitas transmisi harga tandan buah segar (TBS) Kelapa Sawit di perdesaan kabupaten Asahan khususnya kecamatan Bandar Pasir Mandoge dengan harga nasional dan menjelaskan integrasi pasar tandan buah segar (TBS) Kelapa Sawit antara perdesaan kabupaten Asahan dengan pasar nasional. Metode penentuan subjek penelitian ditentukan secara insidental sampling dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 24 KK yang terdapat di lima desa yaitu desa B.P Mandoge, desa Huta Padang, desa Gotting Sidodadi, desa Silau Jawa, desa Suka Makmur. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis elastisitas transmisi harga dan integrasi pasar. Hasil penelitian menjelaskan bahwa dari lima desa yang diteliti, hanya desa Bandar Pasir Mandoge saja yang elastisitas transmisi harganya >1. Artinya produsen (petani) mendapat keuntungan yang lebih besar dari perubahan harga. Di lain pihak yaitu Desa Gotting Sidodadi, Desa Huta Padang, Desa Silau Jawa dan Desa Suka Makmur elastisitas trasmisi harga < 1. Artinya kurang mendapat keuntungan dari perubahan harga. Integrasi pasar vertikal tandan buah segar kelapa sawit relatif sudah kuat di seluruh pasar Kecamatan Bandar Pasir Mandoge. Untuk Integrasi pasar dalam jangka pendek terjadi hanya di beberapa desa. Hal ini ditunjukkan dari index of market connection (IMC) > 1 yang menjelaskan bahwa pasar nasional tidak terintegrasi jangka pendek secara keseluruhan dengan pasar lokal. Untuk integrasi jangka panjang setiap desa dengan pasar nasional memiliki integrasi. Kata Kunci :Integrasi Pasar,Elastisitas Harga, Kelapa Sawit
Copyrights © 2013