JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS
Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013

ANALISIS TINGKAT PENDAPATAN, POLA KONSUMSI DAN TINGKAT PENERIMAAN PETANI PADI SAWAH VARIETAS LOKAL DITINJAU DARI GARIS KEMISKINAN (Studi kasus : Desa Tangga Batu II, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir)

Xaverius Ginting (Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara)
M. Jufri, Salimah (Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara)



Article Info

Publish Date
15 Sep 2014

Abstract

ABSTRAK Penelitian dilakukan untuk mengetahui apa saja komponen biaya usahatani padi sawah varietas lokal, mengetahui nilai penerimaan dan pendapatan petani dari usahatani padi sawah varietas lokal, mengetahui pola konsumsi keluarga petani padi sawah varietas lokal, mengetahui total pendapatan keluarga petani padi sawah varietas lokal ditinjau dari garis kemiskinan. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive dan metode pengambilan sampel adalah simple random sampling atas dasar luas lahan yang diusahakan pada lahan sawah yang dimiliki oleh 30 KK. Data dianalisis dengan menggunakan analisis total pendapatan dan analisis total pendapatan keluarga. Hasil penelitian pertama menunjukkan komponen biaya usahatani adalah adalah biaya tetap dan biaya variabel. Rata-rata biaya tetap per petani yang terdiri dari Pajak Bumi dan Bangunan sebesar Rp 13.266,67 , sewa lahan sebesar Rp 2.303.836,67, pengangkutan Rp. 152.200, dan penyusutan peralatan      Rp 397.523,33,dan rata-rata biaya variabel per petani yang terdiri dari bibit yaitu sebesar Rp 240.066,66, pupuk yaitu sebesar Rp 556.166,66, obat-obatan sebesar     Rp 62.900, dan tenaga kerja sebesar Rp 2.236.000.,  kedua penerimaan rata-rata petani adalah Rp 10.089.533,33 /tahun/KK, pendapatan rata-rata petani adalah        Rp 4.127.573,33 /tahun/KK, ketiga rata-rata total pendapatan keluarga petani adalah Rp 16.727.573,33 /tahun/KK. Dari rata-rata total pendapatan tersebut, maka didapat distribusi petani responden berdasarkan garis kemiskinan Sajogyo 1988 adalah Miskin Sekali sejumlah 4 KK, Miskin sejumlah 9 KK , Nyaris Miskin sejumlah 9 KK Tidak Miskin (Kecukupan) sejumlah 8 KK. Keempat pengeluaran konsumsi untuk pangan rata-rata Rp 10.266.533 /tahun/KK. Kata Kunci : tingkat pendapatan,pola konsumsi dan kemiskinan.  

Copyrights © 2013