M. Jufri, Salimah
Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT PENDAPATAN, POLA KONSUMSI DAN TINGKAT PENERIMAAN PETANI PADI SAWAH VARIETAS LOKAL DITINJAU DARI GARIS KEMISKINAN (Studi kasus : Desa Tangga Batu II, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir) Xaverius Ginting; M. Jufri, Salimah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.254 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian dilakukan untuk mengetahui apa saja komponen biaya usahatani padi sawah varietas lokal, mengetahui nilai penerimaan dan pendapatan petani dari usahatani padi sawah varietas lokal, mengetahui pola konsumsi keluarga petani padi sawah varietas lokal, mengetahui total pendapatan keluarga petani padi sawah varietas lokal ditinjau dari garis kemiskinan. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive dan metode pengambilan sampel adalah simple random sampling atas dasar luas lahan yang diusahakan pada lahan sawah yang dimiliki oleh 30 KK. Data dianalisis dengan menggunakan analisis total pendapatan dan analisis total pendapatan keluarga. Hasil penelitian pertama menunjukkan komponen biaya usahatani adalah adalah biaya tetap dan biaya variabel. Rata-rata biaya tetap per petani yang terdiri dari Pajak Bumi dan Bangunan sebesar Rp 13.266,67 , sewa lahan sebesar Rp 2.303.836,67, pengangkutan Rp. 152.200, dan penyusutan peralatan      Rp 397.523,33,dan rata-rata biaya variabel per petani yang terdiri dari bibit yaitu sebesar Rp 240.066,66, pupuk yaitu sebesar Rp 556.166,66, obat-obatan sebesar     Rp 62.900, dan tenaga kerja sebesar Rp 2.236.000.,  kedua penerimaan rata-rata petani adalah Rp 10.089.533,33 /tahun/KK, pendapatan rata-rata petani adalah        Rp 4.127.573,33 /tahun/KK, ketiga rata-rata total pendapatan keluarga petani adalah Rp 16.727.573,33 /tahun/KK. Dari rata-rata total pendapatan tersebut, maka didapat distribusi petani responden berdasarkan garis kemiskinan Sajogyo 1988 adalah Miskin Sekali sejumlah 4 KK, Miskin sejumlah 9 KK , Nyaris Miskin sejumlah 9 KK Tidak Miskin (Kecukupan) sejumlah 8 KK. Keempat pengeluaran konsumsi untuk pangan rata-rata Rp 10.266.533 /tahun/KK. Kata Kunci : tingkat pendapatan,pola konsumsi dan kemiskinan.  
TINGKAT KONSUMSI DAN POLA KONSUMSI BERAS MASYARAKAT KOTA MEDAN Nora Elfrida Silalahi; M. Jufri, Salimah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.276 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat konsumsi dan pola konsumsi beras masyarakat Kota Medan. Dimana penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive (sengaja). Metode pengambilan sampel ditentukan dengan metode Sampling Kuota yaitu teknik pengambilan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (jatah) yang dikehendaki. Caranya menetapkan besar jumlahsampel yang diperlukan. Dimana peneliti menetapkan jumlah sampel sebanyak 45 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang tidak melakukan pekerjaan di luar rumah. Sistem pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling (secara acak). Hasil penelitian diperoleh bahwa Kebutuhan beras di masyarakat berpendapatan rendah lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan beras masyarakat berpendapatan sedang dan tinggi; pola konsumsi beras responden pada masyarakat pendapatan tinggi lebih kecil baik itu pada waktu sarapan, makan siang maupun makan malam jika dibandingkan dengan pola makanan pada masyarakat pendapatan sedang dan rendah; dan faktor sosial ekonomi yang berhubungan pada masyarakat yang berpendapatan tinggi adalah tingkat pendidikan; pada masyarakat yang berpendapatan sedang adalah harga beras; dan pada masyarakat yang berpendapatan rendah adalah harga beras.   Kata Kunci :  Kebutuhan Beras, Tingkat dan Pola Konsumsi, Faktor Sosial Ekonomi