Jurnal Teknik ITS
Vol 5, No 2 (2016)

Comparative Analysis of Cost Structure Design Using Strength Based Design And Performance Based Design Method on Several Height Variation

Data Iranata (Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
Endah Wahyuni (Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
Maheswari Dinda Radito (Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
Shelvy Surya (Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember)



Article Info

Publish Date
08 Jan 2017

Abstract

Perencanaan gedung di Indonesia penting untuk memperhitungkan ketahanannya terhadap gempa karena Indonesia terletak pada kawasan ring of fire. Metode perencanaan berbasis kinerja atau Performance based design diketahui dapat memperkirakan kemampuan sebuah struktur dalam menahan gempa dengan lebih akurat. Dalam studi ini dibandingkan biaya material hasil perancangan struktur primer menggunakan metode strength based design atau perencanaan berbasis kekuatan dengan performance based design atau perencanaan berbasis kinerja. Metode perencanaan berbasis kekuatan akan mengacu pada peraturan tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung SNI 03-2847-2013 dan struktur gedung tahan gempa SNI 03-1726-2012. Sementara metode perencanaan berbasis kinerja mengacu pada peraturan Applied Technology Council ATC-40. Gedung ini didesain beraturan sesuai dengan denah dan berfungsi sebagai perkantoran. Ketinggian gedung yang dibandingkan adalah setinggi 8 lantai (32 meter), 12 lantai (48 meter), dan 16 lantai (64 meter). Dari hasil perencanaan metode strength based design diketahui harga material yang dibutuhkan untuk gedung 8 lantai sebesar Rp 4.586.617.911, gedung 12 lantai sebesar Rp 7.640.064.981, dan gedung 16 lantai Rp 11.027.895.731. Sementara harga material yang dibutuhkan pada perencanaan gedung dengan metode performance based design pada gedung 8 lantai sebesar Rp 4.781.793.143, gedung 12 lantai Rp 6.991.105.583, dan gedung 16 lantai Rp 9.979.777.516. Pada gedung 8 lantai dapat diketahui bahwa harga material struktur primer yang dibutuhkan lebih mahal pada perencanaan performance based design dibandingkan dengan strength based design dengan selisih sebesar Rp 195.175.232. Sebaliknya, pada gedung 12 lantai dan 16 lantai diketahui bahwa harga material struktur primer lebih murah perencanaan yang menggunakan metode performance based design dengan selisih yaitu masing-masing Rp 648.959.128 dan Rp 1.048.118.215. Hal tersebut menunjukkan bahwa metode performance based design lebih efisien pada perencanaan high rise building.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

teknik

Publisher

Subject

Engineering

Description

Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 ...