Jurnal Teknik ITS
Vol 7, No 1 (2018)

Analisis Pengaruh Gerakan Kapal Terhadap Added Wave Resistance Studi Kasus : Kapal Corvette

Yuda Wikara Kusumah (Departemen Teknik Perkapalan Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
Aries Sulisetyono (Departemen Teknik Perkapalan Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
Teguh Putranto (Departemen Teknik Perkapalan Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember)



Article Info

Publish Date
29 Mar 2018

Abstract

Kapal Corvette merupakan kapal yang membutuhkan kecepatan yang tinggi pada berbagai macam perairan guna melindungi wilayah, masyarakat, dan sumber daya yang ada di perairan. Ketika kapal berlayar di laut, kapal membutuhkan tenaga tambahan. Hal ini disebabkan pada perairan bergelombang kapal mengalami gerakan heave dan pitch yang bisa mengakibatkan adanya added wave resistance, added power, dan speed loss. Pada studi ini dilakukan perhitungan added wave resistance, added power, dan speed loss dengan menggunakan metode Havelock, Gerritsma & Beukelman, dan Salvesen pada sea state 2-6 dengan heading angle 180,135, dan 90. Nilai added wave resistance terbesar untuk ketiga metode terdapat pada sea state 6, dengan heading angle 90. Hasil added wave resistance menggunakan metode Havelock Theory tertinggi yaitu 33.33 KN. Nilai terbesar added wave resistance dengan menggunakan Salvesen yaitu sebesar 24.73 KN. Untuk metode Gerritsma & Beukelman nilai tertinggi yaitu sebesar 45.89 KN. Nilai RMS terbesar antara metode Havelock dengan Gerritsma & Beukelman yaitu 0,969 pada sea state 2 dan heading angle 180. Sedangkan antara metode Havelock dengan Salvesen nilai RMS terbesar yaitu 0,932 pada sea state 2 dan heading angle 135. Untuk perbandingan antara metode Gerritsma & Beukelman dengan Salvesen, didapatkan nilai RMS terbesar yaitu 2,771 pada sea state 2 dan heading angle 180. Nilai added power untuk metode Salvesen, Gerritsma & Beukelman, dan Havelock Theory memiliki nilai terbesar pada sea state 6 dengan heading angle 90. Nilai added power tertinggi untuk metode Salvesen yaitu 381.6 kW. Untuk metode Gerritsma & Beukelman memiliki nilai added power terbesar yaitu 708.1 kW. Nilai terbesar added power untuk metode Havelock Theory yaitu 514.4 kW. Nilai speed loss untuk metode Salvesen, Gerritsma & Beukelman, dan Havelock Theory memiliki nilai terbesar pada sea state 6 dengan heading angle 90. Nilai speed loss tertinggi untuk metode Salvesen yaitu 0.2053 knot. Untuk metode Gerritsma & Beukelman memiliki nilai speed loss terbesar yaitu 1.1328 knot. Nilai terbesar speed loss untuk metode Havelock Theory yaitu 1.0009 knot.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

teknik

Publisher

Subject

Engineering

Description

Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 ...