Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisa Gerakan Rolling Kapal Bocor Akibat Beban Gelombang Laut Pada Kapal Bulk Carrier Putranto, Teguh; Purwanto, Dedi Budi
TEKNIK Vol 39, No. 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.13 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v39i2.15783

Abstract

The stability is a key requirement for the ship to sail safely. This article presents an analysis of rolling movements on bulk carrier vessels that have leaked when subjected to wave loads with heading angles of 90⁰ and 270⁰ and maximum wave height. The ship is in full load condition when the simulation and analysis is carried out with a scenario of leakage in the cargo chamber. Because the vessel with compartment leakage has trim and shaky conditions, the results of the rolling motion show differences in each direction the waves come. The 3D diffraction panel method is used to get the rolling motion of the ship as a function of time. The results of the study without sloshing effects showed that the bulk carrier had the risk of sinking if there were leaks in the two cargo chambers.
ANALISA NUMERIK GERAKAN DAN KEKUATAN KAPAL AKIBAT BEBAN SLAMMING PADA KAPAL PERANG TIPE CORVETTE Putranto, Teguh; Sulisetyono, Aries
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 12, No 3 (2015): Oktober
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.386 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v12i3.9979

Abstract

Pengawasan sumber daya laut terhadap tindakan pencurian menjadi salah satu tolok ukur bahwa negara dapat mempertahankan kedaulatan wilayah maritimnya. Kebutuhan kapal perang tentunya dapat mendukung kinerja TNI untuk menjalankan operasi militernya. Kendala teknis utama pada kapal perang adalah perilaku seakeeping yang relatif kurang stabil. Disisi lain perilaku slamming yang sering terjadi pada kapal berkecepatan tinggi berakibat pada kegagalan struktur pada bagian haluan kapal sehingga membahayakan keselamatan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji desain lambung kapal perang untuk daerah operasional tertentu dimana perairan terbuka di Indonesia memiliki tinggi rata-rata gelombang sekitar 2-5 m. Pembahasan dititikberatkan pada analisa gerakan kapal (seakeeping) untuk mengetahui tingkat keamanan dan kenyamanan kapal dan kekuatan lambung untuk mengetahui ketahanan struktur dimana diakibat oleh hidroelastisitas slamming. Analisa dapat dibuktikan dengan metode numerik / komputasi dengan metode elemen hingga dan metode panel. Skenario divariasikan berdasarkan kecepatan kapal, sudut hadap, dan sea state. Dari hasil simulasi didapatkan beban slamming terjadi paling besar adalah 306,893 kPa pada gading ke 147 ketika kapal beroperasi pada sea state 7, sudut hadap 180 derajat, dan kecepatan kapal 30 knot. Tegangan yang terjadi pada konstruksi kapal masih memenuhi persyaratan tegangan izin peraturan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).
Intact Stability Analysis of Crew Boat with Variation of Deadrise Angle Putranto, Teguh; Suastika, Ketut; Gunanta, Julhari
IPTEK Journal of Proceedings Series No 2 (2017): The 2nd Internasional Seminar on Science and Technology (ISST) 2016
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23546026.y2017i2.2309

Abstract

Abstract¾ As a supporter of offshore supply logistics operations, crew boat moving in high speed needs the hull design that is able to reduce the resistance but the stability is still good. The innovation of hull design carried out have to consider not only in aspect of safety and comfort, but also in aspect of cargo hold capacity. Therefore, this research will analyze the change of deadrise angle to the stability, cargo hold capacity, and resistance. The shift of weight and buoyancy point caused by the change of deadrise angle is calculated by block method. The calculation of cargo hold is carried out by integration of CSA curve. The calculation of ship stability is carried out by using the Krylov I method. If the stability varied by deadrise angle does still fulfill, the next analysis is the resistance. The resistance calculation uses Computational Fluid Dynamics (CFD). The smallest resistance is occurred with deadrise angle 16 degrees which the magnitude is 144.741 kN in speed 24 knots. The output obtained from this research is a recommendation of hull design revealing that crew boat with deadrise angle 6 degrees have an enough cargo hold to take up payload and the stability still fulfills the IMO Regulation.
Analisis Tegangan Akibat Beban Gelombang pada Struktur Kapal Perang Tipe Corvette Pratama Yuli Arianto; Aries Sulisetyono; Teguh Putranto
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.971 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16838

Abstract

Peningkatan sektor pertahanan nasional merupakan suatu hal yang penting dalam mempertahankan kedaulatan suatu negara. Salah satu diantaranya adalah dengan membuat Alat Utama Sistem Pertahanan Negara (ALUTSISTA) berupa kapal perang yang memiliki kecepatan tinggi, maneuver dan kekuatan struktur yang bagus. Ketika terjadi interaksi antara struktur kapal dengan beban gelombang maka akan muncul suatu tegangan. Jika tegangan yang dihasilkan melebihi batas tegangan yang diijinkan maka akan membahayakan dan merusak struktur kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji desain lambung dan kekuatan struktur kapal untuk daerah operasional di perairan terbuka Indonesia yang memiliki tinggi rata-rata gelombang 3-5 m  dan menurut standar Germanischer Lloyd (GL) dengan tinggi rata-rata gelombang 6 m. Pembahasan dititikberatkan pada analisis gerakan kapal untuk mengetahui kekuatan struktur kapal akibat adanya beban gelombang. Analisis dilakukan dengan melakukan pemodelan numerik dengan metode panel. Skenario divariasikan berdasarkan sudut hadap 900, 1350, 1800 dan tinggi gelombang signifikan 3, 4, 5 dan 6 m. Dari hasil simulasi didapatkan besar gaya lintang maksimal pada gerakan heaving dan momen lengkung maksimal pada gerakan pitching yang terjadi pada midship section ketika tinggi gelombang 6 m dan sudut hadap 1800. Tegangan terbesar kapal terjadi ketika kondisi sagging dan hogging maksimal yang terletak pada midship section frame 88 sebesar 231,89 N/mm2 dan memenuhi persyaratan tegangan izin berdasarkan GL rules.
Analisis Pengikatan dan Gerakan Dok Apung Akibat Gaya Luar dengan Variasi Desain Pengikatan di Perairan Dangkal Terbuka Ahmad Charizzaka; I Ketut Aria Pria Utama; Teguh Putranto
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.312 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17992

Abstract

Perkembangan maritim tidak lepas dari kapal sebagai sarana transportasi. Hal itu menyebabkan kebutuhan akan dok sebagai tempat pembuatan dan reparasi kapal semakin meningkat. Semakin mahalnya harga lahan dan berbagai kelebihan yang ditawarkan membuat dok apung kian diminati sebagai solusi. Dok apung sendiri sebagai suatu struktur apung tidak lepas dari pengaruh gaya luar seperti gelombang, angin, dan arus. Tugas akhir ini bermaksud untuk melakukan analisis terhadap respon gerakan dok apung akibat gaya luar, tegangan yang terjadi pada rantai pengikatan, serta tingkat kenyamanan dari dok apung itu sendiri. Analisa dilakukan dengan pemodelan secara numerik menggunakan perangkat lunak Maxsurf dan Ansys Aqwa. Pada penelitian ini, dilakukan percobaan terhadap 3 kondisi dok apung yakni saat kosong, saat kapal naik dok, dan saat kondisi balas penuh, serta dengan 3 variasi sudut datang gelombang yakni 0⁰, 45⁰ dan 90⁰. Juga divariasikan konfigurasi pengikatan dok apung yakni menyilang dan menyebar. Setelah dilakukan analisis disimpulkan bahwa nilai tegangan rantai pada kondisi kosong dan kapal naik dok berada di bawah batas breaking load, sedangkan pada kondisi balas penuh tegangan yang terjadi melebihi batas breaking load baik pada desain pengikatan menyebar maupun pengikatan menyilang.Pengikatan menyilang memiliki nilai tegangan maksimum yang lebih besar dibandingkan dengan pengikatan menyebar. Tingkat ketidaknyamanan (Motion Sickness Incidence) gerakan dok apung adalah not uncomfortable atau dapat dikatakan nyaman dengan percepatan heave 0.208 m/s2. Serta gerakan dok apung yang masih memenuhi kriteria dari biro klasifikasi.
Analisis Penambatan dan Gerakan Dok Apung Akibat Gaya-Gaya Luar dengan Variasi Konfigurasi Pengikatan pada Perairan Dangkal Terbatas Fajar Adi Pratama; I Ketut Aria Pria Utama; Teguh Putranto
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.821 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18013

Abstract

Perilaku struktur apung tertambat dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya muatan, angin, arus, gelombang dan faktor eksternal maupun internal lainnya. Dalam penelitian ini, metode difraksi 3 dimensi dengan program komputer digunakan untuk perhitungan respons gerakan dan ketahanan sistem penambatan struktur apung di gelombang irreguler yang ditinjau dari perairan Selat Madura. Bentuk struktur apung yang dianalisis adalah dok apung dengan bentuk lambung ponton. Dok apung tersebut kemudian divariasikan menjadi 3 kondisi muatan yaitu muatan kosong, muatan kapal dan muatan balas penuh. Variasi juga dilakukan pada konfigurasi penambatan I dan II. Kemudian variasi dilihat untuk perubahan gerakan struktur dan tegangan pada sistem penambatan dok apung. Sudut datangnya gaya eksternal juga divariasikan dalam interval 450, yaitu 00, 450, 900, 1350, 1800,  -450, -900 dan -1350. Setelah analisis numerik dilakukan dapat diketahui perubahan muatan menyebabkan perubahan gerakan dan tegangan tali dok apung. Gerakan dok apung berupa perpindahan translasi maupun rotasi dan akselerasi secara vertikal telah memenuhi ketentuan ISO 2631 dan DNV-0030/ND. Tegangan yang dihasilkan pada variasi juga sudah memenuhi kriteria dari API RP2SK2nd edition 1999 untuk kondisi ULS.
Analisa Keandalan Struktur Akibat Beban Gelombang Pada Kapal Perang Tipe Corvette Teguh Tri Efendi; Aries Sulisetyono; Teguh Putranto
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.808 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.20928

Abstract

Kapal perang merupakan kapal yang digunakan untuk kepentingan militer demi mempertahankan kedaulatan bangsa. Untuk menunjang itu semua, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah dalam mendesain strukur kapal. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji desain struktur kapal perang untuk daerah operasional perairan terbuka di Indonesia yang memiliki tinggi rata-rata gelombang sekitar 3-6 m. Pembahasan ini dititikberatkan pada perhitungan nilai keandalan struktur yang diakibatkan oleh tegangan dari beban gelombang. Analisa dilakukan dengan memodelkan kapal menggunakan Software Poseidon dan Software untuk menghitung RAO untuk mendapatkan nilai tegangan. Metode simulasi Monte Carlo digunakan untuk menetukan nilai keandalan Strukur. Variasi dilakukan terhadap tinggi gelombang dan sudut hadap. Dari hasil perhitungan Simulasi Monte Carlo didapatkan nilai keandalan Struktur pada tinggi gelombang 3 m  sebesar 0,999 dan probabilitas kegagalan sebesar 0.001, tinggi gelombang 4 m  sebesar  0,998 dan probabilitas kegagalan sebesar 0.002 , tinggi gelombang 5 m  sebesar 0,955 dan probabilitas kegagalan sebesar 0.045 , dan tinggi gelombang 6 m  sebesar 0,805 dan probabilitas kegagalan sebesar 0.195.
Analisis Pengaruh Gerakan Kapal Terhadap Added Wave Resistance Studi Kasus : Kapal Corvette Yuda Wikara Kusumah; Aries Sulisetyono; Teguh Putranto
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.45 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29670

Abstract

Kapal Corvette merupakan kapal yang membutuhkan kecepatan yang tinggi pada berbagai macam perairan guna melindungi wilayah, masyarakat, dan sumber daya yang ada di perairan. Ketika kapal berlayar di laut, kapal membutuhkan tenaga tambahan. Hal ini disebabkan pada perairan bergelombang kapal mengalami gerakan heave dan pitch yang bisa mengakibatkan adanya added wave resistance, added power, dan speed loss. Pada studi ini dilakukan perhitungan added wave resistance, added power, dan speed loss dengan menggunakan metode Havelock, Gerritsma & Beukelman, dan Salvesen pada sea state 2-6 dengan heading angle 180,135, dan 90. Nilai added wave resistance terbesar untuk ketiga metode terdapat pada sea state 6, dengan heading angle 90. Hasil added wave resistance menggunakan metode Havelock Theory tertinggi yaitu 33.33 KN. Nilai terbesar added wave resistance dengan menggunakan Salvesen yaitu sebesar 24.73 KN. Untuk metode Gerritsma & Beukelman nilai tertinggi yaitu sebesar 45.89 KN. Nilai RMS terbesar antara metode Havelock dengan Gerritsma & Beukelman yaitu 0,969 pada sea state 2 dan heading angle 180. Sedangkan antara metode Havelock dengan Salvesen nilai RMS terbesar yaitu 0,932 pada sea state 2 dan heading angle 135. Untuk perbandingan antara metode Gerritsma & Beukelman dengan Salvesen, didapatkan nilai RMS terbesar yaitu 2,771 pada sea state 2 dan heading angle 180. Nilai added power untuk metode Salvesen, Gerritsma & Beukelman, dan Havelock Theory memiliki nilai terbesar pada sea state 6 dengan heading angle 90. Nilai added power tertinggi untuk metode Salvesen yaitu 381.6 kW. Untuk metode Gerritsma & Beukelman memiliki nilai added power terbesar yaitu 708.1 kW. Nilai terbesar added power untuk metode Havelock Theory yaitu 514.4 kW. Nilai speed loss untuk metode Salvesen, Gerritsma & Beukelman, dan Havelock Theory memiliki nilai terbesar pada sea state 6 dengan heading angle 90. Nilai speed loss tertinggi untuk metode Salvesen yaitu 0.2053 knot. Untuk metode Gerritsma & Beukelman memiliki nilai speed loss terbesar yaitu 1.1328 knot. Nilai terbesar speed loss untuk metode Havelock Theory yaitu 1.0009 knot.
Dynamics Finite Element for Ship Damage Collision Analysis Hasanudin Hasanudin; Wasis Dwi Aryawan; Achamd Zubaydi; Teguh Putranto
IPTEK Journal of Proceedings Series No 2 (2017): The 2nd Internasional Seminar on Science and Technology (ISST) 2016
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.742 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2017i2.2308

Abstract

Abstract¾ Along with the growing fleet of vessels, ship collision accident cases are becoming more frequent. It is unavoidable that the rapid shipping due to the number of vessels that operate relatively large and the ship is waiting for the loading and unloading at the port. This study will examine the design of the solid bulk cargo ship safe for shipping operations congested areas. The finite element method is used to determine the amount of internal energy in the structure of damaged vessel. The striking ship is assumed a tanker that have a bulbous bow. Bulk carrier is designed with space of double skin 1.8 m and the structure of wing tank is determined previously. The results obtained from this research is the design of the cargo hold of bulk carrier that has a double skin to protect the leaking compartment when the ship was crashed. Penetration in depth 1.8 m will be occurred at ship if ship crashed is with speed 12 knots and weight 1400 tons.
Stability Analysis of Catamaran Passenger Vessel with Solar Cell Energy in Calm Water Dedi Budi Purwanto; Aries Sulisetyono; Teguh Putranto
IPTEK The Journal for Technology and Science Vol 28, No 3 (2017)
Publisher : IPTEK, LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.342 KB) | DOI: 10.12962/j20882033.v28i3.3222

Abstract

The use of solar energy as the driving force for the ship's tour seems to be a major theme in efforts to create a marine transportation that are environmentally friendly as part of the Energy Efficiency Design Index (EEDI) for the reduction of pollutant levels. The electrical energy generated by solar energy is not as much energy from fossil fuels so that the solar panel powered ship that can only be engaging with a limited range and speed.This type of catamaran hull design that has two symmetrical hull which allows to have an expansive deck, small boat barriers and good stability. The shape of the deck of the ship will contribute extents solar panels that can be utilized as a producer of power required at the time of calculation of powering the vessel. The analysis of the stability of the vessel performed numerically with reference to the IMO regulations requiring minimum value stability arm at certain angles. The output of this research is catamaran vessel that have battery, solar panel, electric motor moving with speed 5 knots.