Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-regulated learning dengan stres akademik pada siswa pondok pesantren yang bersekolah di SMA Futuhiyyah, Mranggen, Demak. Self-regulated learning adalah proses pengaturan belajar terhadap keseluruhan pikiran, perasaan, dan tindakan oleh siswa dengan melakukan berbagai tindakan yang meliputi perencanaan, penetapan tujuan, monitoring, pencarian bantuan, dan penyesuaian diri demi terwujudnya tujuan yang ingin dicapai. Stres akademik adalah reaksi terhadap stresor berupa tuntutan akademik yang menimbulkan ketidaknyamanan baik fisik maupun mental pada individu. Karakteristik populasi pada penelitian ini adalah siswa pondok pesantren yang bersekolah di SMA Futuhiyyah. Populasi berjumlah 270 siswa dengan sampel sebanyak 120 siswa dengan menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Stres Akademik ( 32 aitem; α=.87) dan Skala SRL ( 42 aitem; α=.91). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif antara self-regulated learning dengan stres akademik pada siswa pondok pesantren yang bersekolah di SMA Futuhiyyah, Mranggen, Demak (dengan koefisien korelasi sebesar -.25 dengan p=.003 (p < .01)). Sumbangan efektif variabel self-regulated learning terhadap stres akademik sebesar 6%.
Copyrights © 2015