Subjective well-being adalah penilaian individu secara kognitif dan afektif terhadap standar kepuasan dan pemenuhan hidup yang menekankan pada kesejahteraan individu tersebut. Subjective well-being dapat dicapai oleh individu yang memiliki kemampuan untuk mengelola kondisi lingkungannya. Hardiness merupakan kemampuan individu untuk merespon stressor di lingkungan sebagai tantangan untuk bertahan di bawah tekanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara hardiness dengan subjective well-being pada perawat di Runah Sakit Umum Daerah Nganjuk. Populasi penelitian ini berjumlah 119 perawat. Dengan teknik simple random sampling didapatkan sampel 96 perawat. Pengumpulan data menggunakan Skala Hardiness (33 aitem; α = 0,915) dan Skala Subjective Well-being (40 aitem; α = 0,936). Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara hardiness dengan subjective well-being (rxy = 0,758; p<0,001). Sumbangan efektif hardiness terhadap subjective well-being pada perawat sebesar 57,5% dan sisanya sebesar 42,5% dijelaskan oleh faktor-faktor lain.
Copyrights © 2015