Kecenderungan merokok sebagai perilaku makin memprihatinkan pegiat kesehatan termasuk pemerintah dan badan dunia WHO mengingat dampak negatifnya bagi masyarakat. Penelitian ini dimaksudkan mengetahui alasan mantan perokok: saat dirinya merokok, saat berhenti dari kebiasaan merokok, dan bagaimanakah efikasi diri mantan perokok setelah berhenti merokok.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik purposive, dengan menerapkan kombinasi wawancara informal, dan wawancara dengan pedoman umum, dilengkapi dokumen audio, serta catatan lapangan. Subjek penelitian terdiri dari tiga mantan perokok, yaitu dua orang pria dewasa, masing-masing berumur 21 tahun, dan satu orang pria dewasa berumur 52 tahun, ketiganya tinggal di Semarang.Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa alasan ketiga subjek saat masih merokok mengaku karena berada di lingkungan perokok ketika remaja, sedangkan alasan berhenti merokok karena dampak negatif rokok, yaitu: pemborosan, terkena sakit parah, dilarang dan dijauhi orang terdekat. Efikasi diri ketiga subjek setelah berhenti merokok, tetap menjadi mantan perokok karena mereka merasakan manfaat berhenti merokok.
Copyrights © 2014