Salah satu teknologi yang diaplikasikan pada kendaraan berbahan bakar solar (mesin diesel) adalah intercooler. Intercooler digunakan sebagai pendingin udara yang keluar dari turbocharger. Selain sebagai pendingin udara, penggunaan turbocharger dengan intercooler pada mesin diesel juga berfungsi sebagai pemampat udara yang masuk ke ruang bakar sehingga lebih banyak udara daripada bahan bakarnya (solar). Hal tersebut bertujuan agar pembakaran di ruang bakar menjadi sempurna sehingga asap hitam (opasitas) tereduksi dan emisi gas buangnya akan lebih ramah lingkungan, selain itu dengan pembakaran yang sempurna power/daya yang dihasilkan juga akan meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar penurunan temperatur udara yang masuk dan keluar intercooler pada mesin diesel engine isuzu C190. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Obyek penelitian adalah diesel engine Isuzu C190. Standar pengujian opasitas gas buang mesin diesel berdasarkan SNI 19-17118.2-2005 yang berpedoman pada SAE-JI667, pengukuran tingkat kebisingan berdasarkan standar ISO/FDIS 5130:2006 (E), dan pengukuran konsumsi bahan bakar berdasarkan standar SNI 7554:2010. Analisis data menggunakan metode deskriptif. Peralatan dan instrumen penelitian yang digunakan adalah smoke opacity meter, sound level meter, fuel meter, anemometer, thermocouple, stopwatch, digital tachometer, blower dan turbocharger. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan intercooler dapat menurunkan temperatur, meningkatkan konsumsi bahan bakar, mereduksi opasitas dan menurunkan tingkat kebisingan diesel engine Isuzu C190 bila dibandingkan dengan standar. Hal ini dibuktikan dengan terjadinya penurunan pada temperatur udara yang akan masuk pada ruang bakar dengan persentase penurunan rata-rata 14%. Terjadi peningkatan konsumsi bahan bahan bakar secara signifikan, yaitu dengan persentase 16%. Terjadi reduksi opasitas gas buang yaitu sekitar 58%. Terjadinya penurunan tingkat kebisingan dengan persentase penurunan rata-rata sebesar 4%. Kata Kunci: Temperatur Udara, Konsumsi Bahan Bakar, Opasitas Gas Buang, Tingkat Kebisingan, Intercooler turbocharger, diesel engine C190.
Copyrights © 2016