Abstrak Mesin frais merupakan mesin yang mampu mengerjakan suatu benda kerja dalam permukaan datar, sisi tegak, miring, bahkan alur roda gigi. Mesin frais prinsip kerjanya berasal dari energi listrik yang diubah menjadi gerak utama oleh sebuah motor listrik, selanjutnya gerakan utama tersebut akan diteruskan melalui suatu transmisi untuk menghasilkan gerakan putar pada spindel. Pada proses pengerjaan mesin frais ada beberapa parameter yang digunakan untuk mengukur kualitas hasil proses yakni kekasaran dan kerataan permukaan. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kualitas kekasaran dan kerataan permukaan antara lain jenis bahan, kecepatan spindel dan metode pengefraisan. Sehingga muncul permasalahan yaitu bagaimana perbandingan hasil pengerjaan mesin frais vertikal metode naik dan turun serta variasi kecepatan spindel terhadap kekasaran dan kerataan permukaan pada bahan almunium, kuningan dan baja. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbandingan kekasaran dan kerataan permukaan dengan variasi kecepatan spindel pada bahan almuniaun jenis AL 1050, kuningan jenis C85200, dan baja steel ST37 dalam pengerjaan mesin frais vertikal metode naik dan turun. Metode penelitian untuk mengetahui perbandingan hasil pengerjaan mesin frais vertikal metode naik dan turun serta variasi kecepatan spindel terhadap kekasaran dan kerataan permukaan pada bahan almunium, kuningan dan baja mengunakan metode eksperimen. Metode ekperimen digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Hasil penelitian menujukan bahwa kerataan permukaan terbaik pada bahan alumunium diperoleh dengan kecepatan spindel 660 rpm untuk metode naik maupun turun dengan nilai 13 µm, sedangkan yang paling tidak rata diperoleh dengan metode turun kecepatan spindel 460 rpm dengan nilai 23 µm, untuk kekasaran permukaan terbaik pada bahan aluminium diperoleh dengan metode turun kecepatan spindel 660 rpm dengan nilai 0,41 µm, sedangkan yang paling kasar diperoleh dengan metode naik kecepatan spindel 460 rpm dengan nilai 3,78 µm. Hasil kerataan permukaan terbaik pada bahan kuningan diperoleh dengan kecepatan spindel 660 rpm untuk metode naik maupun turun dengan nilai 10 µm, sedangkan yang paling tidak rata diperoleh dengan metode turun kecepatan spindel 205 rpm dengan nilai 17 µm, untuk kekasaran permukaan terbaik pada bahan kuningan diperoleh dengan metode naik kecepatan spindel 460 rpm dengan nilai 0,53 µm, sedangkan yang paling kasar juga diperoleh dengan metode naik kecepatan spindel 205 rpm dengan nilai 1,55 µm. Hasil kerataan permukaan terbaik pada bahan st 37 diperoleh dengan kecepatan spindel 660 rpm untuk metode naik maupun turun dengan nilai 10 µm, sedangkan yang paling tidak rata dengan nilai 17 µm diperoleh pada kecepatan spindel 205 rpm metode naik maupun turun, untuk kerataan permukaan terbaik pada bahan st 37 diperoleh dengan kecepatan spindel 660 rpm untuk metode naik maupun turun dengan nilai 10 µm, sedangkan yang paling tidak rata dengan nilai 17 µm diperoleh pada kecepatan spindel 205 rpm metode naik maupun turun. Kata Kunci : Metode Frais Naik dan Turun, Kecepatan Spindel, Kekasaran dan Kerataan Permukaan, Jenis Bahan
Copyrights © 2015