Abstrak Gasifikasi menjadi sebuah metode yang paling tepat untuk mengonversi bahan baku biomassa menjadi sebuah bahan bakar gas yang dapat digunakkan untuk kebutuhan sehari-hari. Namun untuk bahan baku biomassa menggunakan yang mengandung kadar air tinggi seperti tempering kelapa, kulit kelapa sawit dan tandan kosong kelapa sawit. Sifat biomassa ini sangat menguntungkan karena merupakan sumber energi yang dapat dimanfaatkan secara lestari karena sifatnya yang dapat diperbaruhi. Program ini di kembangkan karena mengingat Indonesia yang merupakan negara agraris terletak di daerah khatulistiwa yang kaya akan potensi bionergi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar maupun listrik. Instrumen penelitian ini adalah alat ukur dan alat uji yang digunakan untuk mendapat data penelitian. Instrumen Anemometer digunakan untuk mengukur kecepatan udara yang masuk ke dalam gasifier, termocoupel dan mistar baja. Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi terhadap timbulnya variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah adalah laju aliran syn gas, putaran dua blower setelah trap debit udara 0,035325 m3/s, 0,07065 m3/s, 0,105979 m3/s, 0,1413 m3/s dan 0,176625 m3/s. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah dari warna nyala api, tinggi nyala api dan temperatur api. Dalam Penelitian ini variabel kontrolnya adalah debit udara masuk gasifier, Penelitian ini tentang pengaruh campuran udara dengan syn gas terhadap temperatur dan tinggi nyala api yang dihasilkan dari pembakaran syn gas pada gasifikasi biomassa batok kelapa. Nyala api tertinggi yaitu pada debit udara 0,176625 m3/s. hal ini dikarenakan pada debit udara 0,176625 m3/s merupakan suplai udara terbesar. Visualisasi terbaik yaitu pada pada udara yang masuk sebesar 0,176625 m3/s. hal ini dikarenakan debit udara 0,176625 m3/s merupakan suplai udara terbesar, sehingga udara yang bereaksi dengan syn gas saat bercampur dengan komposisi yang optimal. Kata kunci: biomassa, gasifikasi, syn gas, debit, nyala api, tempurung kelapa.
Copyrights © 2015