AbstrakAngka kejadian Alzheimer terus meningkat dari tahun ke tahun dan diproyeksikan meningkat hampir dua kali lipat setiap 20 tahun. Pemerintah Indonesia terus berusaha untuk menurunkan angka kejadian Alzheimer, salah satunya dengan melakukan pendeteksian. Akan tetapi pendeteksian alzheimer saat ini masih terbatas karena tingkat sensitivitas dan spesifisitas yang rendah. Untuk itu dicari metode pendeteksian yang terbaik di berbagai literature. Deteksi dini dapat dilakukan dengan pemeriksaan serum darah menggunakan penanda biologi (biomarker). Penelitian mengenai biomarker menunjukkan efektivitas dan efisiensi yang cukup baik dalam pendeteksian dini alzheimer. Biomarker yang dapat digunakan yaitu N-acetyl aspartate acid (NAA), Serum α1 – antikimotripsin (ACT), β-Amyloid, Tau-protein, dan miRNA-146a. Biomarker miRNA-146a dinilai memiliki potensi untuk digunakan karena memiliki sensitivitas 90% dan spesifisitas 100%.Kata kunci: Alzheimer, Deteksi Dini, Biomarker, miRNA-146a
Copyrights © 2017