Hiperpigmentasi atau bercak kecoklatan pada kulit, bagi sebagian orang menggaggu penampilan. Terapi untuk mengurangi hiperpigmentasi pada kulit menggunakan bahan bahan yang berasal dari tumbuhan banyak dipilih oleh masyarakat. Sudah banyak penelitian yang menunjukan hasil positif penggunaan bahan alam untuk terapi hiperpigmentasi. Sejumlah besar tanaman obat yang disebutkan dalam referensi sangat berpotensi dijadikan kandidat untuk obat obatan herbal baru dalam mengatasi gangguan hiperpigmentasi kulit. Tumbuhan yang paling berpotensi adalah daun teh hijau, kulit batang artocarpus, mentimun, biji mengkudu, kulit buah Xylocarpus granatum, biji anggur, biji coklat, buah malaka dan kulit buah delima. Hal ini dilihat dari penghambatan aktivitas enzim tirosinasenya yang baik dan ketersediaannya di IndonesiaKata kunci : Hiperpigmentasi, terapi herbal.
Copyrights © 2018