Farmaka
Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus

REVIEW ARTIKEL : HERBAL POTENSIAL SEBAGAI ANTI HIPERPIGMENTASI

LATIFA NADYA PRATAMA (260110150039)



Article Info

Publish Date
18 Aug 2018

Abstract

Hiperpigmentasi atau bercak kecoklatan pada kulit, bagi sebagian orang menggaggu penampilan. Terapi untuk mengurangi hiperpigmentasi pada kulit menggunakan bahan bahan yang berasal dari tumbuhan banyak dipilih oleh masyarakat. Sudah banyak penelitian yang menunjukan hasil positif penggunaan bahan alam untuk terapi hiperpigmentasi. Sejumlah besar tanaman obat yang disebutkan dalam referensi sangat berpotensi  dijadikan kandidat untuk obat obatan herbal baru dalam mengatasi gangguan hiperpigmentasi kulit. Tumbuhan yang paling berpotensi  adalah daun teh hijau, kulit batang artocarpus, mentimun, biji mengkudu, kulit buah Xylocarpus  granatum, biji anggur, biji coklat, buah malaka  dan kulit buah delima. Hal ini dilihat dari penghambatan aktivitas enzim tirosinasenya yang baik dan ketersediaannya di IndonesiaKata kunci : Hiperpigmentasi, terapi herbal.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

farmaka

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Chemistry Health Professions Immunology & microbiology Materials Science & Nanotechnology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and ...