This Author published in this journals
All Journal Farmaka
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REVIEW ARTIKEL : HERBAL POTENSIAL SEBAGAI ANTI HIPERPIGMENTASI LATIFA NADYA PRATAMA
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1664.411 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17659

Abstract

Hiperpigmentasi atau bercak kecoklatan pada kulit, bagi sebagian orang menggaggu penampilan. Terapi untuk mengurangi hiperpigmentasi pada kulit menggunakan bahan bahan yang berasal dari tumbuhan banyak dipilih oleh masyarakat. Sudah banyak penelitian yang menunjukan hasil positif penggunaan bahan alam untuk terapi hiperpigmentasi. Sejumlah besar tanaman obat yang disebutkan dalam referensi sangat berpotensi  dijadikan kandidat untuk obat obatan herbal baru dalam mengatasi gangguan hiperpigmentasi kulit. Tumbuhan yang paling berpotensi  adalah daun teh hijau, kulit batang artocarpus, mentimun, biji mengkudu, kulit buah Xylocarpus  granatum, biji anggur, biji coklat, buah malaka  dan kulit buah delima. Hal ini dilihat dari penghambatan aktivitas enzim tirosinasenya yang baik dan ketersediaannya di IndonesiaKata kunci : Hiperpigmentasi, terapi herbal.