Farmaka
Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni

REVIEW ARTIKEL : Manajemen Terapi Demam Tifoid : Kajian Terapi Farmakologis dan Non Farmakologis

Vani Rahmasari (260110150052)
Keri Lestari (Unknown)



Article Info

Publish Date
11 Aug 2018

Abstract

Demam tifoid adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Penderita demam tifoid di Indonesia mencapai 81% per 100.000. Demam tifoid dapat diberikan terapi farmakologis maupun non farmakologis yang bertujuan untuk mempercepat penyembuhan, meminimalkan komplikasi sekaligus untuk mencegah penyebaran penyakit. Metode yang digunakan dalam pengerjaan literatur review ini adalah studi literatur yang bersumber dari jurnal, e-book, dan artikel ilmiah nasional maupun internasional dengan tahun terbit maksimal 5 tahun terakhir. Terapi farmakologis yang dapat diberikan pada penderita demam tifoid yaitu terapi antibiotik seperti penggunaan Ciprofloxacin, Cefixime, Kloramfenikol, Tiamfenikol, Azitromisin, Ceftriaxone dan terapi kortikosteroid seperti penggunaan Dexametasone. Namun, perlu diperhatikan dalam penggunaan antibiotik maupun kortikosteroid dalam pengobatan demam tifoid. Penggunaan secara sembarangan menyebabkan peningkatan kejadian demam tifoid yang resistensi terhadap antibiotik maupun timbulnya efek samping terhadap antibiotik maupun kortikosteroid yang justru memperburuk kondisi penderita demam tifoid.Terapi non farmakologis untuk demam tifoid yaitu tirah baring, diet lunak rendah serat serta menjaga kebersihan. Kajian terapi farmakologis diperlukan dalam pemilihan jenis obat  yang akan sangat menentukan kualitas penggunaan obat dalam pemilihan terapi dan kajian non farmakologis diperlukan untuk mendukung keberhasilan terapi.Kata Kunci : Demam tifoid, terapi farmakologis, terapi non farmakologis

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

farmaka

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Chemistry Health Professions Immunology & microbiology Materials Science & Nanotechnology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and ...