Farmaka
Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni

FORMULASI CO-AMORF UNTUK MENINGKATKAN KELARUTAN OBAT BCS KELAS II : ARTICLE REVIEW

SABNABILA KHOERUN NISA (Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran)
Taofik Rusdiana (Departemen Farmasetika dan Teknologi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran)



Article Info

Publish Date
11 Aug 2018

Abstract

Sifat kelarutan pada API (Active Pharmaceutical Ingredients) menjadi masalah penting dalam perkembangan dan formulasi obat. Banyak cara dilakukan untuk memperbaiki kelarutan. Salah satu metode yang dapat dilakukan dengan perubahan bentuk obat dari Kristal menjadi amorf, akan tetapi bentuk tersebut memiliki sifat yang metastabil. Sekarang ini, metode co-amorf yang dikenalkan oleh Chieng, et.al. pada tahun 2009, menjadi metode baru untuk mengatasi kelarutan. Sistem co-amorf dikarakterisasi oleh penggunaan komponen berat molekul rendah yang dicampur menjadi fase tunggal co-amorf yang homogen. Metode ini sedang banyak dilakukan penelitian dan diharapkan memberikan hasil yang menjanjikan untuk mengatasi masalah kelarutan dan bioavailabilitas.Kata Kunci: Sistem formulasi co-amorf, amorf

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

farmaka

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Chemistry Health Professions Immunology & microbiology Materials Science & Nanotechnology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and ...