Fenomena premarital pregnancy merupakan suatu fenomena yang cenderung menyimpang dari norma di Indonesia. Penyimpangan tersebut membuat fenomena premarital pregnancy cenderung terkesan negatif. Hal tersebut membuat pasangan yang terlibat dalam premarital pregnancy akan menghadapi tekanan-tekanan sosial sebagai bentuk judgement dari lingkungan dalam proses menuju pernikahan. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretif dan metode penelitian kualitatif. Desain penelitian ini menggunakan studi kasus intrinsik. Subject adalah dua orang pria yang menikah akibat premarital pregnancy. Hasil penelitian menunjukan bahwa tekanan sosial yang diterima merupakan masa-masa sulit bagi kedua subjek dan pasangan sehingga masa-masa tersebut merupakan masa yang penting. Dukungan sosial hadir untuk membantu subjek dan pasangan menghadapi tekanan sosial yang diterima. Namun, semakin individu mandiri (tidak terlalu tergantung pada dukungan sosial) atau mampu menyesuaikan diri dengan baik dalam menghadapi tekanan sosial maka semakin optimal dalam menjalani tugas perkembangan pasangan pernikahan.
Copyrights © 2016