Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh group therapy dalam meningkatkan PWB. Partisipan dalam penelitian ini adalah enam orang remaja yang tinggal di panti asuhan “X” (usia 12-18 tahun), mempunyai PWB yang tidak optimal, dan bersedia mengikuti group therapy. Pertemuan group therapy diadakan selama lima pertemuan (minimal satu pertemuan dalam seminggu). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimental dengan menggunakan desain penelitian one group pretest-posttest design. Teknik pengukurannya menggunakan angket tertutup PWB 84 aitem yang dimodifikasi dari Christie (2008) dan angket terbuka dan tertutup. Kedua alat ukur ini berdasar pada teori PWB Ryff (1989). Hasil analisis statistik angket tertutup PWB (84 aitem) menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan PWB yang signifikan (0.293; p>0.05). Akan tetapi, dari hasil analisis statistik angket tertutup dan terbuka menunjukkan adanya perbedaan PWB yang signifikan (0.048; p<0.05). Hal ini dikarenakan angket tertutup PWB (84 aitem) mengandung aspek kognitif, afektif, dan perilaku (pengalaman), sedangkan angket tertutup dan terbuka hanya mengandung aspek kognitif dan afektif. Berdasarkan hasil angket tertutup dan terbuka diketahui bahwa pemberian intervensi group therapy dapat meningkatkan dimensi PWB penguasaan lingkungan (0.039), tujuan hidup (0.027), dan pertumbuhan pribadi (0.042) secara signifikan. Motivasi dan keseriusan dalam mengikuti group therapy merupakan faktor penting proses pembelajaran dalam kelompok.
Copyrights © 2016