Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan ekstrak daun gulma babandotan (Ageratum conyzoides L.) sebagai zat warna alam pada kain katun primissima menggunakan mordan jeruk nipis (Citrus aurantifolia), tawas (Al2 (SO4)3), kapur tohor (Ca(OH)2), dan tunjung (FeSO4). Gulma babandotan diekstraksi menggunakan pelarut air dengan perbandingan 1:10 dengan metode pre-mordanting. Kain hasil pencelupan dianalisa menggunakan parameter uji ketahanan luntur warna terhadap gosokan dan ketahanan luntur warna terhadap pencucian. Jenis mordan berpengaruh pada arah warna dan pH larutan berpengaruh pada ketuaan warna. Arah warna yang dihasilkan adalah warna kuning hingga kuning-hijau abu-abu gelap. Nilai pengujian ketahanan luntur warna terhadap gosokan secara basah dan kering menghasilkan nilai yang “baikâ€Â, sedangkan nilai ketahanan luntur warna terhadap pencucian menghasilkan kategori “cukupâ€Â. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak gulma babandotan dapat digunakan sebagai zat warna alam pada kain katun primissima.
Copyrights © 2019