Propaganda Papua Merdeka yang dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) melalui media online menjadikan pesan-pesan OPM menyebar dengan cepat dan luas ke tengah-tengah masyarakat global, sehingga OPM cenderung mendapat perhatian dan dukungan dunia. Pada pertengahan hingga akhir Tahun 2018, terjadi serangan oleh salah satu faksi bersenjata OPM terhadap warga sipil. Kasus tersebut diangkat dalam beberapa berita pada media online milik OPM. Untuk mengetahui cara OPM mencitrakan Pemerintah Indonesia dalam kasus tersebut, penelitian ini dilakukan. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif interpretatif, dan teknik analisis wacana kritis model Van Dijk, telah dilakukan analisis wacana kritis terhadap teks berita yang dimuat dalam situs web freewestpapua.org. Hal yang diamati adalah unsur tematik, skematik, semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris dari setiap berita yang dipilih menjadi sampel berdasarkan teknik purposif. Hasil penelitian menunjukkan OPM tidak henti-henti mengggambarkan Indonesia dengan citra sadis, brutal, licik, tak berperi kemanusiaan, dan penjajah tanah air Papua, sekalipun wacana yang diberitakan adalah suatu kekerasan yang pelakunya adalah OPM sendiri, dan korbannya adalah bukan orang Papua. OPM lebih mengedepankan bahwa pihak Papua adalah korban kelicikan dan keganasan Indonesia.
Copyrights © 2019