Perkembangan perekonomian saat ini sangat pesat, khususnya pada sektor jasa pariwisata. Berbagai daerah di Indonesia berlomba- lomba untuk menjadikan daerahnya menjadi lebih menarik wisatawan. Salah satunya adalah kota Bandung yang merupakan destinasi wisata unggulan provinsi Jawa Barat. Tingginya jumlah kunjungan pada destinasi pariwisata akan memiliki dampak positif terhadap pendapatan daerah. Maka dari itu ketersediaan sarana prasarana pendukung pariwisata menjadi penting untuk meningkatkan kunjungan wisata, sehingga kota Bandung tetap aktraktif dan didukung dengan media promosi yang efektif. Membentuk citra yang positif kepada wisatawan tidak hanya dibentuk dari strategi komunikasi pemasaran, akan tetapi dari berbagai pengalaman yang dirasakan oleh wisatawan. Dengan pengalaman tersebut menentukan apakah wisatawan akan memilih kembali kota Bandung sebagai salah satu tempat destinasi wisata atau tidak. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif verifikatif, dengan alat pengumpulan data berupa kuisioner. Sampel dalam penelitian ini adalah wisatawan domestik dan asing yang mengunjungi kota Bandung sebanyak 400 orang responden. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh Experiential Marketing dalam membentuk citra pariwisata kota Bandung sebesar 86,3% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model.
Copyrights © 2018