Masa remaja merupakan masa transisi yang ditanda dengan perubahan fisik, emosi dan dan psikis. Salah satu tugas remaja adalah menerima dirinya sendiri dan memiliki kepercayaan terhadap kemampuan dirinya. Remaja membutuhkan dukungan sosial khususnya dukungan sosial keluarga. Remaja yang memiliki keluarga yang bercerai akan mempengaruhi kehidupan di lingkungan sosialnya.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep diri pada remaja dari keluarga yang bercerai. Tipe penelitian ini adalah kualitatif studi kasus intrinsik. Subjek penelitian sebanyak 2 orang remaja yang orang tuanya bercerai, yaitu 18 tahun dan 16 tahun. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dengan pedoman umum dan bebas, observasi non partisipan dan bersifat terbuka, serta tes psikologis yaitu grafis. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan orang tua subjek pertama bercerai karena ditinggal oleh ayahnya dan subjek kedua orang tuanya bercerai karena adanya pihak ketiga dari ayahnya. Subjek pertama dan kedua merasa malu ketika berada pada lingkungan sosial termasuk kepada teman-teman sebayanya.
Copyrights © 2019