Penelitian ini membahas mengenai perilaku remaja yang berasal dari keluarga broken home dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian yang diteliti berjumlah 2 (dua) orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Metode yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi selama wawancara berlangsung. Dari hasil analisis diketahui bahwa faktor-faktor penyebab perilaku remaja dari keluarga broken home meliputi faktor kurangnya perhatian dan kasih sayang dari pihak keluarga, kurangnya komunikasi, kesibukan orangtua dalam bekerja, hilangnya kepercayaan akibat ketidakjujuran antara kedua pasangan serta mengabaikan tanggungjawab terhadap keluarga, pemahaman serta pembinaan agama yang kurang. Bentuk perilaku antara lain perilaku bermasalah, menyimpang, penyesuaian diri yang salah, perilaku yang tidak dapat membedakan yang benar dan salah dan gangguan hiperaktif lainnya kurang perhatian. Dampak perilaku remaja dari keluarga broken home antara lain mengalami tekanan mental yang berat, mudah tersinggung, menunjukkan sikap berontak, kurang memiliki pengertian dan tanggungjawab pada keluarga.
Copyrights © 2017