Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penerapan art therapy dalam mengurangi kecemasan pada anak penderita penyakit kronis, dalam hal ini adalah anak penderita leukemia.Hal ini terkait dengan salah satu kondisi emosional yang sering terjadi pada anak penderita leukemia adalah kecemasan. Art therapy menjadi salah satu pilihan untuk mengurangi kecemasan tersebut, karena anak dapat mengekspresikan perasaan mereka yang selanjutnya dapat menjadi self healing bagi mereka (Malchiodi, 2001). Partisipan atau subjek penelitian adalah seorang anak penderita leukemia yang berusia 6 tahun. Data penelitian dikumpulkan dengan interview dan observasi, serta serangkaian tes psikologi untuk anak. Analisa data dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran tingkat kecemasan sebelum diberikan terapi (pra terapi) dengan hasil pengukuran tingkat kecemasan sesudah diberikan terapi (pasca terapi). Hasil analisa menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kecemasan sepenuhnya dari penerapan art therapy, namun terlihat perubahan pada tingkat imagery.
Copyrights © 2017