Demensia merupakan gangguan neurodegenerative yang terkait dengan penuan yang menyebabkan penurunan kemampuan kognitif manusia karena degenerasi struktur otak. Banyak cara untuk mendeteksi penderita demensia namun masih belum diketahui penyebabnya. Oleh karena itu data pasien yang berkaitan dengan data demografis ditambahkan selain data klinis. Sehingga terdapat banyak data yang diharapkan kemudian dapat digunakan untuk mengetahui penyebab penyakit demensia. Dengan banyak data yang ada akan lebih mudah pengelolaanya agar dapat diperoleh menjadi pengetahuan, menggunakan data mining. Pengelompokkan banyak data menggunakan K-Means Clustering. Banyak aplikasi computer untuk menerapkan metode data mining diantaranya RapidMiner dan Weka. 2 aplikasi ini akan dibandingkan untuk penerapan pengelompokan penderita dementia menggunakan K-Means Clustering. Hasil yang di dapat adalah memulai aplikasi Weka lebih mudah namun untuk visualisasi akan lebih baik menggunakan RapidMiner.
Copyrights © 2019