Pada saat ini perkembangan teknologi konstruksi yang bervariasi menjadikan alternatif yang cukup baik dalam pembangunan proyek konstruksi, akan tetapi keterbatasan sumber daya yang ada menjadi tolak ukur yang dipertimbangkan dalam pemilihan metode maupun material yang akan digunakan dalam pelaksanaan konstruksi. Seluruh stake holder terkait dalam pembangunan sangat mengharapkan pekerjaan dapat dilakukan dalam waktu yang singkat, mutu yang dapat diandalkan dan biaya yang ekonomis. Bila dilihat dari sudut pandang kontraktor, biaya yang dikeluarkan menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam pelaksanaan konstruksi, oleh karena itu pemilihan metode perlu direncanakan dan diteliti secara matang. Cara yang digunakan dalam pelaksanaan konstruksi yaitu dengan mencari alternatif bekisting di dalam pelaksanaan konstruksi. Hasil dari analisa biaya pada masing-masing metode bekisting dalam /m2 yaitu : biaya bekisting konvensional sebesar Rp. 401.228, biaya bekisting bondek sebesar Rp. 236.835, biaya bekisting deckslab precast sebesar Rp. 1.069.303. Dari hasil analisa tesebut maka dapat disimpulkan, metode bondek adalah pilihan yang tepat untuk digunakan sebagai bekisting pelat lantai pada jembatan karena biaya yang dikeluarkan lebih efisien bila dibandingkan dengan bekisting konvensional dan deckslab precast.
Copyrights © 2019