‘Bale saka roras’ merupakan bangunan tradisional berarsitektur bali kuno yang tidak mendapat pengaruh arsitektur era majapahit. Terletak di Kawasan pegunungan Desa Sukawana yang beriklim tropis. ‘Bale saka roras’ memiliki keistimewaan, selain daya tarik estetika arsitektur tradisionalnya, juga pada desain bentuk struktur konstruksi yang seolah mengesankan fungsi dalam merespon iklim setempat. Menjadi menarik untuk diteliti tentang hubungan antara desain bentuk konstruksi dan pemilihan material bangunan ‘bale saka roras’ terhadap terjadinya pengendalian pasif terhadap pengaruh iklim setempat. Untuk dapat menemukan benang merah tersebut, maka penelitian ini akan mengungkap serta menganalisis prinsip-prinsip pengendalian pasif yang terdapat pada bangunan ‘bale saka roras’. Penelusuran langsung dan perekaman data melalui pengukuran lapangan, dokumentasi, studi literatur hingga wawancara kesan penghuni asli merupakan data mendasar yang akan dianalisis kembali untuk menemukan dan menegaskan kembali prinsip-prinsip yang terdapat pada desain bentuk maupun pemilihan material bangunan ‘bale saka roras’ ini.
Copyrights © 2020