Diglosia
Vol 4, No 1 (2020): Februari

ESTETIKA BUNYI DALAM KUMPULAN SAJAK HAI-TI KARYA IBRAHIM SATTAH

Hadi Rumadi (Riau University)



Article Info

Publish Date
28 Feb 2020

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh karya-karya Ibrahim Sattah. Keunikan puisi-puisinya berakar pada unsur mantra dan budaya tempatan. Masalah umum dalam penelitian ini adalah Estetika Bunyi dan Kumpulan Sajak Hai-Ti Karya Ibrahim Sattah, dengan fokus kajian meliputi rima, efoni, kakafoni, aliterasi, asonansi, anafora, epifora, onomatope. Kepentingan kajian ini untuk peningkatan apresiasi dalam pembelajaran sastra. Penelitian ini berlandaskan pada teori yang dikemukakan oleh Hasanuddin. Metode yang digunakan adalah metodeĀ  deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kumpulan teks sajak Hai-Ti Pustaka, Tahun 1981. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, sedangkan keabsahan datadilakukan dengan teknik triangulasi. Estetika-estetika bunyi yang diperoleh merupakan objek yang menarik dan menimbulkan efek tersendiri. Estetika bunyi yang paling dominan dalam teks kumpulan sajak Ha-Ti karya Ibrahim Sattah, yaitu rima awal, sedangkan estetika bunyi yang paling sedikit atau paling jarang muncul adalah estetika bunyi onomatopea.Kata kunci: Estetika Bunyi, Sajak

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

dl

Publisher

Subject

Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia tergabung dalam Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). Jurnal ini memuat artikel ilmiah penelitian dan gagasan konseptual atau kajian teoretis dalam bidang pendidikan, kebahasaan, ...