Taman Tugu Pahlawan dibangun dengan konsep tertutup sebagai area semacam memorial park. Konsep sebagai ruang terbuka yang bersifat privat menjadikan Tugu pahlawan sebagai landmark Kota yang tertutup, hal tersebut dianggap sebagai bentuk ekspresi menghormati dan menjunjung tinggi areal kawasan perjuangan sekaligus Kota Surabaya sebagai Kota Pahlawan. Lokasi dan posisi Taman Tugu Pahlawan mendukung terciptanya suasana monumental tidak hanya dari ketinggian Tugu Pahlawan tetapi juga keluasan area ditambah dengan luas jalan yang mengelilinginya. Seiring dengan perjalanan waktu, keleluasaan area Tugu Pahlawan dan kebutuhan masyarakat terhadap ruang terbuka memunculkan masalah baru bagi area Tugu Pahlawan.0 Area di luar Taman Tugu Pahlawan menjadi area pedagang kaki lima dalam menjalankan kegiatannya. Kebutuhan masyarakat terhadap PKL dan ramainya pengunjung dalam keterlibatannya di area sekitar Taman Tugu Pahlawan ini memperlihatkan animo masyarakat pada fungsi area sebagai area rekreatif dan belanja yang diminati. Melihat kecenderungan penggunaan Taman Tugu Pahlawan sebagai Market Square, maka peneliti melakukan kajian perubahan elemen square untuk dapat mengoptimalkan Taman Tugu Pahlawan dan sekitarnya sebagai Market Square yang memadai dan nyaman untuk msyarakat. Hasil kajian menemukan bahwa diperlukan perubahan beberapa elemen fisik, seperti dinding pembatas, penambahan sarana dan perlunya beberapa batasan sebagai aturan untuk mengoptimalkan fungsi Taman Tugu Pahlawan sebagai market square. Kata kunci : closed square, market square, optimalisasi perubahan
Copyrights © 2013