Budaya minum kopi sudah merupakan suatu hal yang biasa. Salah satu brand coffee shop yang cukup dikenal di banyak kalangan usia dari usia dewasa. hingga usia remaja yaitu brand Starbucks. Selain dikenal dengan ketenaran brandnya sendiri dan kualitas kopi yang dimiliki namun brand ini juga dikenal memiliki harga yang tergolong mahal. Meskipun begitu tetap saja tidak menghalangi remaja untuk kembali lagi membeli produk di Starbuclcs. Berdasarkan fenomena diatas, peneliti bermaksud untuk meneliti variabel-variabel yang melatarbelakangi perilaku brand loyalty pada kalangan remaja tersebut. Tujuanya, peneliti ingin menguji apakah ada hubungan antara konformitas dan identitas sosial baik secara bersama-sama maupun parsial, dengan brand loyalty merek Starbucks coffee pada remaja di Surabaya. Subjek penelitian ini adalah remaja yang berusia 12-18 tahun dan harus pernah mengunjungi Starbucks coffee. Penelitian ini menggunakanmetode kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan angket. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan uji hipotesis minor. Pada uji hipotesis menior ditemukan hasil (a). terdapat hubungan yang signifikan antara identitas sosial dengan brand loyalty r = 0.234 dengan p = 0.019). (b). Terdapat hubungan yang signifikan antarakonformitas dengan brand loyalty (r = 0,207 dengan p = 0 .039). Namun pada penelitian ini identitas sosial memiliki pengaruh lebih dominan pada brand loyalty dengan sumbangan efektif 10,9%.
Copyrights © 2013