Abstrak : Keluarga merupakan lingkungan sekaligus sarana pendidikan informalyang paling dekat dengan anak. Kontribusinya terhadap keberhasilan pendidikananak didik cukup besar, mencapai 70%, sisanya (lebih kurang 30%) anakmengikuti pendidikan di sekolah.Hanya saja sampai saat ini lingkungan keluargabelum bisa berperan optimal dalam mendukung keberhasilan pendidikan anakdidik. Mengingat Indonesia masih sangat minim entrepreneur, hanya kisaran0,18%, sedangkan angka yang menjadi tolak ukur kemajuan suatu negara adalah minimal memiliki 2% entrepreneur untuk dapat disebut sebagai negara maju, maka kajian dalam tulisan ini menjelaskan urgensi dan praksis nyata pendidikan kewirausahaan dalam keluarga. Permasalahan dikaji menggunakan metode deskriptif kualitatif, pengumpulan data melalui studi literatur, observasi dan interview. Proses internalisasi kewirausahaan yang telah diwujudkan melaluipraksis nyata dapat menjadi rujukan untuk penelitian selanjutnya dan sebagaibahan kajian pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus upayamenghidupkan kembali Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan MembudayakanKewirausahaan sesuai Instruksi Presiden No.4 tahun 1995.Kata kunci : internalisasi wirausaha, pendidikan kewirausahaan, keluarga wirausahawan
Copyrights © 2015