Pendahuluan : Kanker ovarium menempati peringkat kelima penyebab kematian akibat kanker pada wanita. Dan 90 dari 100 tumor ovarium, 90% adalah tumor epitel. Sampai saat ini belum ada metode skrining yang efektif dalam mendeteksi kanker ovarium. Adapun pemeriksaan penunjang yang dilakukan untuk mendeteksi adalah tumor marker, salah satunya EGFR. EGFR merupakan reseptor target yang penting untuk terapi kanker karena aktivasinya merangsang proses yang terlibat dalam pertumbuhan dan progresi tumor, termasuk proliferasi, apoptosis, angiogenesis, invasi dan metastasis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ekspresi EGFR dengan stadium klinis cystadnocarcinoma ovary. Metode:Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dan analisis korelasi dalam mencari hubungan antara variabel yang menggunakan rancangan potong lintang (cross-sectional study). Delapan belas kasus cystadenocarcinoma ovary dengan tipe serous dan mucinous dikumpulkan, dilakukan pemeriksaan EGFR dengan metode pewarnaan imunohistokimia. Pengamatan pada slide dan blok hasil pewarnaan imunohistokimia menggunakan mikroskop cahaya dilakukan oleh dua orang penilai (rater). Hasil pemeriksaan dipresentasikan dalam bentuk skoring. Hasil : Hubungan antara ekspresi EGFR dengan stadium klinis cystadnocarcinoma ovary dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Dari 18 kasus cystadnocarcinoma ovary ditemukan sekitar 44% kasus (8 kasus) menunjukkan nilai skoring positif 2. Hasil uji statistik antara ekspresi EGFR dengan stadium klinis cystadnocarcinoma ovary menunjukkan hubungan yang bermakna dengan signifikan p value 0,003 (<0,05) dan koefisien korelasi 0,629 (0,51-0,75). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang kuat antara ekspresi EGFR dengan stadium klinis cystadenocarcinoma ovary.Kata Kunci : kistadenokarsinoma ovarium, ekspresi, EGFR, stadium klinis.
Copyrights © 2019