Penelitian ini berjenis kualitatif-deskriptif. Lokasi penelitian kelurahan Maro, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, Papua. Penelitian ini akan dilakukan dalam kurun waktu dua bulan yakni Agustus sampai dengan September 2021. Subjek penelitiannya adalah Kepala Desa/Lurah, ketua RT, kepala sekolah SD di Kelurahan Maro, orang tua dan anak-anak putus sekolah. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di kelurahan Maro distrik Merauke adalah baik. Hal ini dibuktikan dengan hasil yang menunjukkan bahwa pendidikan nilai pada umumnya dilakukan dalam bentuk pemberian nasehat-nasehat saleh mengenai tindakan yang baik dan yang buruk, artinya mana yang boleh dilakukan anak dan mana yang tidak boleh dilakukan. Selain itu orang tua juga menanamkan nilai-nilai kearifan lokal budaya setempat di antaranya menanamkan nilai-nilai kekeluargaan, keharmonisan dengan alam, dan lain-lain. Nilai-nilai lain yang tidak kalah penting untuk ditanamkan adalah nilai-nilai Kristiani seperti cinta kasih, pengampunan, persaudaraan, kerendahan hati. Orang tua menyadari akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak mereka khususnya pendidikan dini dan pendidikan tingkat dasar. Bagi orang tua pendidikan adalah proses anak untuk mengenal, melakukan dan mengembangkan segala kemampuan yang ada dalam diri mereka agar meraih keberhasilan. Keberhasilan dan kesuksesan yang diperoleh anak, akan menjadi kebanggaannya dan juga orang tua. Anak putus sekolah adalah keadaan di mana anak mengalami ketelantaran yang disebabkan oleh; pertama: pergaulan yang mereka ikuti yang memberi dampak negatif seperti malas belajar dan lebih memilih untuk bermain dengan teman-temannya sehingga berpengaruh kepada pendidikan yang mereka ikuti, kedua; kesibukan membantu orang tua bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan ketiga; kesulitan ekonomi keluarga yang menyebabkan kesulitan memenuhi fasilitas belajar dan membayar biaya sekolah.
Copyrights © 2022