Tulisan sederhana ini berupaya untuk membedah buku Wawasan Alquran karya M. Quraish Shihab. Melalui pendekatan intertekstualitas dapat dikatakan bahwa buku Wawasan Alquran bermula dari pengajian yang secara khusus diberikan kepada para eksekutif di Masjid Istiqlal. Penafsirnnya yang mengacu pada tema-tema khusus menggiring kepada bahwa M. Quraish Shihab menulis tafsirnya dalam Wawasan Alquran dengan metode tematik. Nuansa sosial-kemasyarakatan yang muncul dari penafsiran-penafsiran M. Quraish Shihab dalam Wawasan Alquran memberi kesan bahwa penafsiran M. Quraish Shihab bercorak adabi ijtima’i. Teks-teks lain yang berfungsi sebagai penguat atas penafsiran M. Quraish Shihab dalam Wawasan Alquran paling tidak datang dari H.A.R. Gibb, Muhammad Abduh, Sayyid Muhammad Rasyid Ridha, Ibn Khaldun, Ibn Asyur, Raghib Al-Isfahani, Mahmud Syaltut, Al-Ghazali, Ibn Faris, Newton dan Homer, Nazme Luck, Michael Hart, William James, Mustafa Al-Kik, dan beberapa tokoh terkemuka lainnya seperti Alexis Carrel dan Muhammad Imarah. Sementara teks-teks lain yang menjadi ladang kritik maupun timbangan paling tidak datang dari Al-Biqa’I, Abu Hanifah, Ats-Tsauri, Ibn Abi Laila, Ibn Syubrumah, Ibn Atiya, Abu Ubaidah, dan Al-Baidhowi.
Copyrights © 2019