Fuji Nur Iman
UIN Sunan kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mitologi Naskh Intra Quranic (Studi Atas Q.S. Al-Baqarah Ayat 106 Aplikasi Teori Semiologi Roland Barthes) Fuji Nur Iman
Nun : Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Asosiasi Ilmu Alqur'an dan Tafsir se-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.242 KB) | DOI: 10.32495/nun.v4i2.66

Abstract

Tulisan ini mencoba mengurai polemik tentang naskh dalam Alquran atau naskh intra Quranic. Dengan mengikuti cara baca yang ditawarkan Roland Barthes yakni melalui pembacaan atas sistem linguistik dan mitologi dapat dikatakan bahwa pada tataran sistem linguistik penanda atas term naskh adalah pembatalan dengan menandai adanya mansukh dan menjadi tanda akan adanya sesuatu yang baru yang lebih baik. Sementara pada tataran sistem mitologi dengan tanda pada sistem linguistik sebabgai penanda menandai tidak adanya ayat yang bertentang antara satu dengan yang lain dalam Alquran. Dalam pada itu term naskh pada tataran sistem mitologi menjadi tanda bahwa Alquran adalah kitab shalih li kulli zaman wa makan. Adapun sebagai tipe wicaranya dengan meniscayakan bahwa terdapat relasi antara wahyu konteks sosio-historis masyarakat arab pada saat itu.
Wawasan Alquran Karya M. Quraish Shihab (Sebuah Kajian Intertekstualitas Tafsir di Nusantara) Fuji Nur Iman
Nun : Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Asosiasi Ilmu Alqur'an dan Tafsir se-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.816 KB) | DOI: 10.32495/nun.v5i1.102

Abstract

Tulisan sederhana ini berupaya untuk membedah buku Wawasan Alquran karya M. Quraish Shihab. Melalui pendekatan intertekstualitas dapat dikatakan bahwa buku Wawasan Alquran bermula dari pengajian yang secara khusus diberikan kepada para eksekutif di Masjid Istiqlal. Penafsirnnya yang mengacu pada tema-tema khusus menggiring kepada bahwa M. Quraish Shihab menulis tafsirnya dalam Wawasan Alquran dengan metode tematik. Nuansa sosial-kemasyarakatan yang muncul dari penafsiran-penafsiran M. Quraish Shihab dalam Wawasan Alquran memberi kesan bahwa penafsiran M. Quraish Shihab bercorak adabi ijtima’i. Teks-teks lain yang berfungsi sebagai penguat atas penafsiran M. Quraish Shihab dalam Wawasan Alquran paling tidak datang dari H.A.R. Gibb, Muhammad Abduh, Sayyid Muhammad Rasyid Ridha, Ibn Khaldun, Ibn Asyur, Raghib Al-Isfahani, Mahmud Syaltut, Al-Ghazali, Ibn Faris, Newton dan Homer, Nazme Luck, Michael Hart, William James, Mustafa Al-Kik, dan beberapa tokoh terkemuka lainnya seperti Alexis Carrel dan Muhammad Imarah. Sementara teks-teks lain yang menjadi ladang kritik maupun timbangan paling tidak datang dari Al-Biqa’I, Abu Hanifah, Ats-Tsauri, Ibn Abi Laila, Ibn Syubrumah, Ibn Atiya, Abu Ubaidah, dan Al-Baidhowi.