Kemunculan internet di era digital juga dimanfaatkan oleh politisi untuk melakukan kampanye model baru. Di masa paska era rejim Orde Baru, kehadiran media internet menjadi alternatif baru cara berkampanye. Ditambah lagi dengan popularitas media dan budaya popular yang lebih memudahkan politisi untuk meraih suara para konstituennya menjadi medium baru bagi politisi melakukan kampanye politik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat penggunaan internet dan budaya popular yang digunakan oleh politisi Indonesia untuk mempengaruhi sikap dan opini publik di tanah air. Bagaimana cara-cara politisi ini memperngaruhi konstituennya dan model-model kampanye apa saja yang digunakan dan bagaimana budaya popular dipakai untuk menarik massa adalah masalah-masalah yang dikaji dalam penelitian ini.Dengan menggunakan metode analisis tekstual, penelitian ini mengkaji 10 politisi nasional dan daerah yang menggunakan internet dan konvergensi media untuk kampanye politiknya selama tahun 2014 dan 2015. Lima politisi nasional dan lima politisi daerah dipakai sebagai sampel untuk analisis penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa politisi menempatkan dirinya sebagai selebritas politik dengan menampilkan dirinya sebagai pemain utama atau pemeran tunggal dalam berbagai model budaya atau tayangan visual dan audio visual yang diproduksinya. Kesemua politisi yang diteliti menggunakan berbagai macam model kampanye, dan memanfaatkan internet mulai dari media sosial dan blog-blog pribadi yang kesemuanya diisi penuh dengan berbagai pesan politik mereka dan kampanye untuk meraih massa terbanyak.
Copyrights © 2016