Peneliti tertarik untuk meneliti mengenai implementasi kebijakan ketahanan pangan di Kecamatan Cibogo Kabupaten Subang, disebabkan karena implementasi kebijakan pangan yang belum dilaksanakan secara optimal Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengapa implementasi kebijakan ketahanan pangan di Kecamatan Cibogo Kabupaten Subang belum optimal dan untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi penentu berhasil atau tidaknya proses implementasi kebijakan ketahanan pangan di Kecamatan Cibogo Kabupaten Subang ini. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Dalam pemilihan informan, peneliti menggunakan teknik non probability sampling, menggunakan teknik wawancara. Hasil dari penelitian yang dilakukan, menghasilkan kesimpulan bahwa belum optimalnya implementasi kebijakan ketahanan pangan di Kecamatan Cibogo Kabupaten Subang ditentukan oleh faktor komunikasi, sumberdaya, disposisi/sikap pelaksana dan struktur birokrasi. Hal ini dilihat dari: sosialisasi tentang ketahanan pangan kepada masyarakat masih belum optimal, sumberdaya manusia dan sarana kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Subang cukup memadai, namun anggaran dapat dikatakan belum memadai karena masih banyak sosialisasi yang belum terimplementasikan, sikap penyuluh dalam mengerjakan tugasnya tidak bersifat berkesinambungan, belum memiliki Unit Pelaksana Teknis sehingga penyuluh kebingungan akan siapa yang harus melakukan dan apa yang menjadi dasarnya menjadi tidak jelas. Maka atas temuan penelitian di atas, Dinas Ketahanan Pangan harus mempunyai Unit Pelaksana teknis agar penyuluh mempunyai tanggung jawabterhadap sosialisasi yang tidak bersifat berkesinambungan, karena penyuluh menganggap memiliki kewenangan atas tanggung jawab untuk melaksanakan program-program terkait sesuai dengan SOP atas pekerjaannya. Sehingga implementasi kebijakan ketahanan pangan di Kecamatan Cibogo Kabupaten Subang bisa berjalan secara optimal.Kata Kunci: Implementasi Kebijakan
Copyrights © 2019