Guru merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan terus-menerus agar dapat melaksanakan fungsinya secara profesional. Salah satu pembinaan yang dilakukan adalah melalui supervisi, yaitu pembinaan eksternal yang dilakukan oleh kepala sekolah selaku supervisor. Pendekatan supervisi oleh Kepala SMA Negeri 4 Bireuen adalah pendekatan direktif, nonderektif dan kolaboratif. Indikator yang membedakan ketiga pendekatan supervisi tersebut adalah dari segi tanggung jawabnya. Pada pendekatan direktif, tanggung jawab sepenuhnya pada supervisor, sedangkan tanggung jawab guru rendah. Pada nondirektif, tanggung jawab guru yang besar, sedangkan supervisor hanya sebagai pendorong dalam memecahkan masalah. Untuk pendekatan kolaboratif, supervisor dan guru berbagi tanggung jawab. Penelitian ini untuk mengetahui sumbangan kegiatan supervisi terhadap peningkatan profesional guru di SMA Negeri 4 Bireuen dengan metode kualitatif dengan data primer (wawancara) dan data sekunder (dokumen). Populasi terdiri dari Kepala SMA Negeri 4 Bireuen dan guru 34 orang. Hasil penelitian menunjukkan:                   1. Pendekatan supervisi yang sering digunakan adalah pendekatan kolaboratif, namun sewaktu-waktu juga menggunakan pendekatan direktif dan nondirektif; 2. Ketiga pendekatan supervisi yang digunakan oleh Kepala SMA Negeri 4 Bireuen telah memberi sumbangan terhadap peningkatan profesional guru-guru SMA Negeri 4 Bireuen. Kata kunci: pendekatan supervisi, pendekatan profesional
Copyrights © 2008