Dewasa ini banyak kita dapati pemakaian kata/unsur kata tradisional yang bermunculan di kalangan resmi. Pemakaian tersebut ada yang secara wajar dan ada pula yang rasa-rasanya kurang pada tempatnya, karena tampaknya terbawa oleh kebiasaan pribadi pemakaiannya. Penggunaan secara wajar terlihat jelas pada proses penyerapan kata-kata yang rupa-rupanya dapat menjadi sinonim terhadap kata-kata yang sudah ada dalam perbendaharaan bahasa Indonesia, misalnya kata kata: graha, kartika, pandega, pataka, prakarsa, swasembada, tunarungu, temu wicara, wisma dan sebagainya; ataupun sinonim untuk kata-kata serapan dari bahasa asing yang sudah mendarah daging, umpamanya: dampak untuk impact daur untuk cyclus kendala untuk constrain kisi-kisi untuk matrix lentur untuk flexible makalah untuk paper ranah untuk domain dan sebagainya. Sedangkan penggunaan kata/unsur kata lama secara kurang (tidak) pada tempatnya akan diuraikan pada pembicaraan lebih lanjut.
Copyrights © 1983