Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia
Vol 11, No 1: April 2015

MEMAKNAI PELATI HAN PENGEMBANGAN PROFESI GURU (EKSPLORASI KOSEPTUAL TENTAN G PENGEMBANGAN PROFESI YAN G BERKELANJUTAN )

Caly Setiawan (Unknown)



Article Info

Publish Date
11 Mar 2016

Abstract

AbstractThe purpose of this article was to explore the notion of continuing professional development (CDP) and its potentialapplication in Indonesian physical education. The article begins with the Indonesian professional development (PD)contexts, critiques on traditional PD, and the rationales to understand the concept of PD. It then explores the concept ofPD including situated learning/community of practice as its theoretical underpinning, and impacts on student learning.Furthermore, the article discusses the characterisctis of PD programs deemed to be effective. The characteristicsinclude structural features (e.g., types of activities, duration, collective participation), core features (e.g., focusingon the content, promoting active learning, implementing lesson plan), and coherence with other learning activities.Examples of effective PD in physical education were also presented. These examples are from some studies on earlycareer professional learning (Attard Armour, 2006), collaborative learning (Keay, 2006), and curriculum development(Parker et al., 2010).Kata kunci: Pembelajaran guru, pengembangan profesi berkelanjutan, pelatihan guruAbstrakArtikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi gagasan pengembangan profesi yang berkelanjutan dan potensi aplikasinyadalam pendidikan jasmani di Indonesia. Artikel ini dimulai dengan pengembangan profesi dalam konteks di Indonesia,kritik pada pengembangan profesi tradisional, dan alasan-alasan untuk memahami konsep pengembangan profesi.Selanjutnya, mengeksplorasi konsep pengembangan profesi termasuk yang terkandung dalam pembelajaran/komunitas dari praktek sebagai fondasi teoritis, dan dampak pada pembelajaran siswa. Selanjutnya, artikel membahaskarakteristik program pengembangan profesi yang dianggap efektif. Karakteristik termasuk fitur struktural (misalnya,jenis kegiatan, durasi, partisipasi kolektif), fitur inti (misalnya, fokus pada konten, mempromosikan pembelajaranaktif, melaksanakan rencana pelajaran), dan koherensi dengan kegiatan belajar lainnya. Contoh pengembanganprofesi efektif dalam pendidikan jasmani juga disajikan. Contoh-contoh ini berasal dari beberapa studi di awal karirprofesional belajar (Attard Armour, 2006), pembelajaran kolaboratif (Keay, 2006),dan pengembangan kurikulum(Parker et al., 2010).Kata kunci: Pembelajaran guru, pengembangan profesi berkelanjutan, pelatihan guru

Copyrights © 2015